KPK Konfirmasi Saksi Soal Pengajuan Proposal Dana Hibah

Jakarta, jurnalsumatra.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi saksi soal pengajuan proposal-proposal dari KONI kepada Kemenpora terkait dengan dana pengawasan dan pendampingan (wasping) atlet.
Terkait dengan hal itu, KPK pada hari Jumat memeriksa tiga saksi untuk tersangka Ending Fuad Hamidy (EFH) yang merupakan Sekjen KONI dalam penyidikan kasus suap penyaluran bantuan dari pemerintah melalui Kemenpora kepada KONI Tahun Anggaran 2018.
“Penyidik terus mendalami pengetahuan para saksi tentang pengajuan proposal-proposal dari KONI kepada Kemenpora terkait dengan dana ‘wasping’ atlet,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK RI, Jakarta, Jumat.
Tiga saksi yang diperiksa, yakni Kabid Olahraga Nasional atau Kepala Tim Verifikasi Muhammad Yunus, Sekretaris Tim Verifikasi Cucu Sundara, dan Kabag Biro Hukum Kemenpora Yusuf Suparman.
“Kalau proposal yang terkait dengan pokok perkara saat ini yang dikabulkan kemarin sekitar Rp17,9 miliar, itu proposalnya nilainya sekitar Rp26 miliar. Kami juga sedang mendalami proposal sebelumnya terkait dengan dana hibah yang juga pernah diajukan,” ungkap Febri.
Sebelumnya, KPK telah menetapkan lima tersangka dalam kasus itu, yakni diduga sebagai pemberi adalah Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy (EFH) dan Bendahara Umum KONI Jhonny E. Awuy (JEA).

Diduga sebagai penerima adalah Deputi IV Kementerian Pemuda dan Olahraga Mulyana (MUL), Adhi Purnomo (AP) yang merupakan Pejabat Pembuat Komitmen pada Kemenpora dan kawan-kawan, serta Eko Triyanto (ET) yang merupakan staf Kementerian Pemuda dan Olahraga dan kawan-kawan.
Diduga Adhi Purnomo, Eko Triyanto, dan kawan-kawan menerima pemberian sekurang-kurangnya Rp318 juta dan dari pejabat KONI terkait dengan hibah pemerintah kapada KONI melalui Kemenpora.
Diduga Mulyana menerima uang dalam ATM dengan saldo sekitar Rp100 juta terkait dengan penyaluran bantuan dari pemerintah melalui Kemenpora kepada KONI pada tahun anggaran 2018.
Sementara itu, Mulyana telah menerima pemberian pemberian lainnya sebelumnya, yaitu pada bulan April 2018 menerima satu unit mobil Toyota Fortuner, pada bulan Juni 2018 menerima sebesar Rp300 juta dari Jhonny E. Awuy, dan pada bulan September 2018 menerima satu unit smartphone merek Samsung Galaxy Note 9.
Dana hibah dari Kemenpora untuk KONI yang dialokasikan adalah sebesar Rp17,9 miliar.
Pada tahap awal, diduga KONI mengajukan proposal kepada Kemenpora untuk mendapatkan dana hibah tersebut.
Diduga pengajuan dan penyaluran dana hibah sebagai “akal-akalan” dan tidak didasari kondisi yang sebenarnya.
Sebelum proposal diajukan, diduga telah ada kesepakatan antara pihak Kemenpora dan KONI untuk mengalokasikan “fee” sebesar 19,13 persen dari total dana hibah Rp17,9 miliar, yaitu sejumlah Rp3,4 miliar.(anjas)

Leave a Reply