KPK Panggil Tiga Saksi Kasus Lampung Tengah

     Jakarta, jurnalsumatra.com – Komisi Pemberantasna Korupsi (KPK) memanggil tiga saksi dalam penyidikan tindak pidana korupsi indikasi suap kepada DPRD Kabupaten Lampung Tengah terkait pinjaman daerah untuk APBD Lampung Tengah Tahun Anggaran 2018.
“Penyidik hari ini dijadwalkan memanggil tiga orang saksi untuk tersangka J Natalis Sinaga,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.
Tiga saksi itu antara lain dua anggota DPRD Lampung Tengah masing-masing Muhammad Soleh Mukadam dari Fraksi Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), dan Muhammad Nasir dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) serta Sekretaris Ditjen Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Indra Baskoro.
Selain memanggil saksi, KPK juga dijadwalkan memanggil satu tersangka dalam kasus tersebut, yakni Taufik Rahman.
KPK telah menetapkan empat tersangka dalam kasus tersebut antara lain Bupati Lampung Tengah Mustafa, Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Lampung Tengah Taufik Rahman, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lampung Tengah J Natalis Sinaga, dan anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah Rusliyanto.
Mustafa disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau pasal 13 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

     Dugaan peran Mustafa adalah sebagai pihak pemberi secara bersama-sama dengan Taufik Rahman, yaitu ada dugaan arahan Bupati terkait dengan permintaan sejumlah uang dari pihak anggota DPRD dengan kode “cheese” (cis).
Diduga arahan Bupati itu agar uang diambil atau diperoleh dari kontraktor sebesar Rp900 juta dan dari dana taktis Dinas PUPR Kabupaten Lampung Tengah sebesar Rp100 juta dengan total Rp1 miliar
Sedangkan diduga sebagai penerima, yaitu J Natalis Sinaga dan Rusliyanto.
Diduga, pemberian uang untuk anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah terkait persetujuan DPRD atas pinjaman daerah kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp300 miliar.
Direncanakan akan digunakan untuk pembangunan proyek infrastruktur yang akan dikerjakan Dinas PUPR Kabupaten Lampung Tengah.
Untuk mendapatkan pinjaman tersebut diperlukan surat pernyataan yang disetujui atau ditandatangani bersama dengan DPRD Kabupaten Lampung Tengah sebagai persyaratan nota kesepamahaman (MoU) dengan PT SMI.
Untuk memberikan persetujuan atau tanda tangan surat pernyataan tersebut, diduga terdapat permintaan dana sebesar Rp1 miliar.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nine + 20 =