KPK Percepat Pemeriksaan Seorang Anggota DPRD Sumut

     Medan, jurnalsumatra.com – Komisi Pemberantasan Korupsi mempercepat pemeriksaan terhadap  salah seorang anggota DPRD Sumatera Utara periode 2009-2014 atas nama Hidayatullah, terkait dugaan kasus suap pengesahan APBD dan pembatalan pengajuan hak interpelasi mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho.
“Pemeriksaan pada hari ini dipercepat oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tidak diketahui apa alasannya,” kata Hidayatullah ketika ditemui Wartawan, usai menjalani pemeriksaan di Mako Brimob Polda Sumut di Medan, Rabu.
Sesuai jadwal pemeriksaan yang dikeluarkan dari KPK, menurut Hidayatullah, dirinya akan diperiksa pada Hari Sabtu (3/2) sekitar pukul 09.00 WIB.
“Saya, tidak tahu kenapa dipercepat pemeriksaan pada hari ini (Rabu, 31/1),” ujar Hidayatullah.
Ia mengaku tiba di Mako Brimob Polda Sumut di Jalan KH Wahid Hasyim Medan, sekitar pukul 13.30 WIB, dan keluar dari markas tersebut pada pukul 14.30 WIB.
Hidayatullah menyebutkan, mengenai materi pemeriksaan masih yang sama dengan isi pemeriksaan pada tahun 2017.
“Saya, sudah lima kali diperiksa KPK mengenai pengesahan ABPB dan pembatalan pengajuan hak interpelasi tersebut,” kata Hidayatullah.

Anggota DPRD Sumut yang diperiksa hari intu yakni Helmiati, Muhammad Faisal, Sopar Siburian, Mustofawiyah, Arifin Nainggolan, Enda Mora Lubis, Restu Kurniawan, Rahmina Delima, Washington Pane, dan Paniruddin Daulay.
Pemeriksaan tersebut diduga berkaitan dengan dugaan suap mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho dalam pembahasan APBD dan persetujuan atas laporan pertanggungjawaban APBD.Pada 2017, KPK juga telah memeriksa seluruh Anggota DPRD Sumut.
Gatot Pujo Nugroho dijerat atas tiga kasus korupsi, yakni kasus penyuapan hakim PTUN Medan yang ditangani KPK dan dihukum tiga tahun oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat pada 3 Maret 2016.
Kemudian, kasus penyaluran dana bantuan sosial dan hibah pemerintah Provinsi Sumatera Utara pada 2012 dan 2013, yang ditangani Kejaksaan Agung, Gatot dihukum enam tahun penjara di Pengadilan Tipikor Medan, Kamis, 24 November 2016.
Selanjutnya, kasus penyuapan pimpinan dan anggota DPRD Sumatera Utara Periode 2009-2014 dan 2014-2019 dengan total Rp61,8 miliar.Atas kasus terakhir ini, Gatot  dihukum empat tahun penjara, pada 9 Maret 2017 oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Medan.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 + four =