KPK-POLRI Masih Berkomunikasi Usut Penyerangan Novel Baswedan

     Jakarta, jurnalsumatra.com  – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif menyatakan lembaganya masih berkomunikasi dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) soal pengusutan kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan.
“Tetap dilangsungkan bahwa Kapolda memimpin langsung upaya pencarian itu. Ya mudah-mudahan dalam waktu tidak lama lah kami bisa menemukan,” kata Syarif di Jakarta, Senin.
Lebih lanjut, Syarif menyatakan bahwa komunikasi informal sering terjadi antara Kapolri, Wakapolri, dan Kapolda Metro Jaya, terkait perkembangan pengusutan kasus penyerangan Novel pada 11 April 2017 lalu itu.
“Komunikasi informal sering sekali terjadi antara Pak kapolda, Pak kapolri dan Pak wakapolri. Info terakhir tentang Novel, mereka menemukan beberapa “clue” tetapi belum dipresentasikan,” ucap Syarif.
Terkait apakah diperlukan tim independen untuk mengusut kasus Novel itu, ia menyatakan bahwa hal tersebut belum menjadi opsi.
“Itu belum jadi opsi karena dilihat bahwa pihak Polri masih melakukan pekerjaannya. Menurut mereka kasusnya sulit tetapi mudah-mudahan pelakunya bisa ditemukan,” kata Syarif.
Sebelumnya, Juru Bicara KPK menginformasikan bahwa dokter yang menangani Novel Baswedan di Singapura telah melakukan pemeriksaan retina dan glaukoma pada Selasa (24/10).
“Kemarin dilakukan pemeriksaan retina dan glaukoma oleh dua dokter ahli yang berbeda. Latar belakang dilakukannya kedua pemeriksaan ini berdasarkan rekomendasi dokter adalah untuk menjaga kondisi retina dan sirkulasi cairan di dalam bola mata harus selalu dalam kondisi baik,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Rabu (25/10).
Menurut Febri, dokter pun menyatakan bahwa operasi tahap dua Novel ditunda hingga satu sampai dua bulan ke depan.
Sebelumnya, operasi mata Novel tahap pertama telah dilakukan pada 17 Agustus 2017 lalu di Singapura.
Novel Baswedan disiram air keras oleh dua orang pengendara motor pada 11 April 2017 seusai shalat subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya.
Mata Novel pun mengalami kerusakan sehingga ia harus menjalani perawatan di Singapura sejak 12 April 2017.
Novel adalah salah satu penyidik senior KPK yang antara lain menangani kasus korupsi dalam pengadaan KTP-elektronik (KTP-e).  (anjas)

Leave a Reply