KPPPA: Pengarusutamaan Gender Masih Banyak Hadapi Tantangan

     Jakarta, jurnalsumatra.com – Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Agustina Erni mengatakan pelaksanaan percepatan pengarusutamaan gender masih menghadapi banyak hambatan dan tantangan.
“Hal itu dapat menghambat percepatan pengarusutamaan gender di daerah. Karena itu, kami berharap seluruh pemangku kepentingan memperkuat komitmen dan sinergi antarlembaga pemerintah dan lembaga masyarakat,” kata Erni melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat.
Beberapa hambatan dan tantangan yang masih dihadapi upaya percepatan pengarusutamaan gender  antara lain pemahaman sumber daya manusia yang rendah, baik di tingkat pimpinan percepatan pengarusutamaan gender.
Selain itu, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak juga belum menjadi isu prioritas di beberapa daerah serta APBD yang responsif gender yang rendah karena masing-masing daerah memiliki kemampuan anggaran yang berbeda-beda.
“Koordinasi dinas pemberdayana perempuan dan perlindungan anak di daerah dengan organisasi perangkat daerah penggerak dan teknis serta para pengawal pengarusutamaan gender terkait juga masih kurang,” tuturnya.

     Hambatan dan tantangan tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Teknis Percepatan Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender Wilayah I 2018 yang diadakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada Selasa (3/4) hingga Kamis (5/4).
Peserta rapat koordinasi itu adalah dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dari seluruh provinsi di di Sumatera dan Kalimantan, kemudian Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan DKI Jakarta.
“Rakortek ini menjadi forum yang sangat strategis sebagai bentuk solusi penguatan kelembagaan dalam upaya mendorong percepatan pelaksanaan pengarusutamaan gender di daerah,” kata Erni saat menutup rapat koordinasi.(anjas)

Leave a Reply