KPU Dorong Kampanye Kepemilikan E-KTP

    Kupang, jurnalsumatra.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur mendorong para calon kepala daerah untuk mengkampanyekan kepemilikan e-KTP bagi warga pemilih yang belum melakukan perekaman e-KTP agar bisa mencoblos pada 27 Juni 2018.
“Masih ada sekitar 126.000 dari 240.000 pemilih di Kabupaten Kupang belum memiliki e-KTP. Jika tidak dikampanyekan oleh para calon kepala daerah maka hak politik mereka akan terjegal pada Pilkada 27 Juni 2018,” kata Ketua KPU Kabupaten Kupang Hans Ch Louk di Oelamasi, Jumat.
Mencermati fenomena politik tersebut, maka Hans Louk selaku pimpinan KPU mendorong para calon bupati-wakil bupati Kupang periode 2018-2023 untuk mengkampanyekan perekaman e-KTP tersebut bagi warga yang belum melakukannya.
“Kita berharap para calon kepala daerah bisa mendorong warga untuk melakukan perekaman E-KTP di Dinas Dukcapil setempat, karena yang tidak memiliki e-KTP tidak akan ikut memilih,” katanya.
Berdasarkan data yang dimiliki KPU Kabupaten Kupang, masih tercatat sekitar 126.000 warga yang belum melakukan perekaman data e-KTP, sehingga berpotensi kehilangan hak pilih dalam Pilkada 2018.
Hans mengatakan angka 126.000 bukan sebuah jumlah yang sedikit, sehingga sangat disayangkan jika mereka tidak menggunakan hak politiknya pada Pilkada 2018.

“Ini sebuah kerugian besar bagi para calon kepala daerah yang tengah berlaga, sehingga kita terus dorong mereka untuk mengkampanyekan perekaman e-KTP tersebut,” katanya menegaskan.
Ia menambahkan KPU sejak tahun 2016 dalam berbagai sosialisasi telah mengimbau warga daerah ini untuk mengurus e-KTP, namun terbentur pada peralatan perekaman e-KTP yang dimiliki Kantor Dukcapil Kabupaten Kupang.
Peralatan perekaman e-KTP tersebut rusak sehingga tidak berfungsi, namun sekarang sudah diadakan lagi dua unit alat perekaman e-KTP untuk membantu warga yang belum memiliki e-KTP.
Dalam tahun 2018, misalnya, sudah tercatat sekitar 12.000 warga Kabupaten Kupang yang telah melakukan perekaman data, namun sampai saat ini belum juga mengantongi e-KTP.
“Rakyat pasti dalam kebingungan, karena berada pada dua sisi yang sangat tidak menguntungkan. Artinya, upaya untuk merekam data e-KTP juga jadi tidak kesampaian karena alat perekaman masih juga rusak,” ujarnya.
Namun, dengan adanya pengadaan dua alat perekaman baru oleh Dinas Dukcapil Kabupaten Kupang, bisa mengatasi persoalan yang sedang dialami oleh warga yang belum memiliki e-KTP.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seven − 7 =