KPU: Dua Pasang Independen Daftar Pilkada Baubau

    Baubau, jurnalsumatra.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Baubau, Sulawesi Tenggara menerima dokumen pendaftaran enam bakal Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali daerah itu sejak mulai pendaftaran 8-10 Januari 2018, dua bakal calon melalui jalur perseorangan (independen).
Enam bakal Paslon tersebut yakni Yusran Fahim-Ahmad, Roslina Rahim-La Ode Yasin, Wa Ode Maasra Manarfa-Ikhsan Ismail, AS Tamrin-La Ode Ahmad Monianse, Ibrahim Marsela-Ilyas dan Nursalam-Nurman Dani.
“Sejak 8 sampai 10 Januari pukul 24.00, ada enam pasang calon yang mendaftar. Empat pasangan dari partai politik atau koalisi dan dua pasang dari jalur perseorangan,” kata Ketua KPU Baubau, Dian Anggraini, melalui pesan WhatsApp yang diterima, Kamis (11/1) malam.
Bakal Paslon H Yusran Fahim dan Ahmad Arfah (HYF-Ahmad)  mendaftar menyerahkan dokumen dukungan partai Demokrat,PPP dan PKS. Sedangkan Paslon Roslina Rahim-La Ode Yasin atau tagline (RossY) menyerahkan dokumen dukungan Partai Hanura dan PKB.
Sedangkan, paslon Hj Wa Ode Maasra Manarfa-Ikhsan Ismail atau dengan jargon “Mama Ikhlas” menyerahkan dokumen dukungan koalisi PBB dan Partai Gerindra. Selanjutnya, paslon AS Tamrin-La Ode Ahmad Monianse dengan jargon “Tampil Manis” menyerahkan dokumen dukungan koalisi PAN,Nasdem,PDI-P, dan Golkar.

Untuk dua pasangan calon dari jalur perseorangan yakni, H Ibrahim Marsela-AKBP Ilyas (IBM-Ilyas) dan Nursalam-Nurman Dani.
Selanjutnya, kata Dian, keenam pasangan itu harus menjalani pemeriksaan kesehatan (Rikes) di Kota Kendari. Secara umum komponen Rikes itu yaitu narkotika, jasmani dan rohani serta psikologis. Dimana lokasi pemeriksaan adalah kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sultra dan Rumah Sakit Bahteramas.
“Pemeriksaan kesehatan bagi paslon yang mendaftar hari ini  dimulai tanggal 11. Kalau yang mendaftar kemarin, pemeriksaan kesehatan dimulai hari ini yang pemeriksaannya semua di Kendari,” ujarnya.
Selain pemeriksaan kesehatan, lanjut dia, masih ada tahapan verifikasi dokumen pendaftaran yang harus dilewati sebelum enam pasangan tersebut ditetapkan sebagai Paslon. Sehingga masih ada kemungkinan bakal Paslon tidak lolos menjadi peserta Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota 2018.
“Dalam proses verifikasi itu, bisa jadi ada yang memenuhi syarat atau ada yang belum memenuhi syarat. Jika seandainya belum memenuhi syarat, maka dilakukan perbaikan pada masa perbaikan,” ujarnya.anjas)

Leave a Reply