KPU Lebak Tetapkan Pasangan Cabup 12 Februari

     Lebak, jurnalsumatra.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lebak, Banten, menetapkan pasangan calon bupati dan wakilnya pada pemilihan kepala daerah (pilkada) 12 Februari 2018.
“Kita berharap penetapan pasangan calon bupati dan wakilnya berjalan lancar,” kata Sri Astuti, Komisioner KPU Kabupaten Lebak, Senin.
Penetapan jadwal pasangan calon kepala daerah sesuai tahapan secara nasional 12 Februari 2018.
Saat ini, pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Lebak hanya pasangan tunggal Iti Octavia-Ade Sumardi.
Pasangan petahana tersebut dipastikan akan ditetapkan oleh KPU setempat.
Sedangkan, pasangan jalur perseorangan Cecep Sumarno-Didin Saprudin belum bisa memastikan karena hingga kini masih dilakukan verifikasi faktual dukungan foto copy KTP elektronika.
Pengumuman dukungan perseorangan akan dilakukan pada sidang pleno 10 Februari 2018.
Apabila, jalur perseorangan memenuhi persyaratan dukungan sebanyak 70.233 foto copy KTP elektronika maka berpeluang bersaing dengan Iti-Ade pada pilkada yang berlangsung 27 Juni 2018.
Penetapan calon kepala daerah itu nantinya akan dihadiri tim sukses juga pengurus partai politik (parpol) yang mengusung pasangan calon bupati dan wakil bupati bersangkutan.
Disamping itu juga terdapat Panwaslu, Muspida, tokoh masyarakat, tokoh agama dan berbagai profesi.

“Kami berharap pelaksanaan pilkada Lebak lebih berkualitas dan tidak terjadi kecurangan maupun politik uang,” ujar Sri.
Menurut dia, penetapan calon bupati dan wakilnya kemungkinan besar pasangan tunggal Iti-Ade.
Sebab, pasangan tersebut diusung oleh semua parpol antara lain PDI-P, Demokrat, PKB, PKS, PAN, PPP, Hanura, Nasdem, Golkar dan Gerindra.
Selama ini, pasangan tunggal menjadikan sejarah pilkada di Kabupaten Lebak karena sebelumnya memiliki dua sampai tiga pasangan calon kepala daerah.
Karena itu, pihaknya optimistis pilkada Lebak lebih berkualitas tanpa terjadi pelangggaran-pelanggaran.
“Kami minta pesta demokrasi itu tetap masyarakat berpartisipasi menggunakan hak pilihnya karena terdapat bungbung kosong pada pilkada itu,” katanya.
Sejumlah masyarakat Badui mengaku bahwa mereka akan berpartisipasi untuk menentukan pilihan calon bupati dan wakil bupati Lebak.
Meskipun nanti pilkada hanya satu pasangan tentu masyarakat Badui akan menggunakan hak pilihnya di TPS-TPS.
“Kami akan menggunakan hak pilih pada pesta demokrasi agar terpilih kepala daerah secara definitif sehingga bisa menyejahterakan masyarakat,” kata Santa (45) seorang warga Badui.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × 2 =