KPU Makassar Dorong Sekolah Berikan Pendidikan Politik

    Makassar, jurnalsumatra.com- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar mendorong lembaga pendidikan atau pihak sekolah dalam memberikan pendidikan politik pemilih pemula di kalangan pelajar di daerah itu.
Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Makassar, Andi Shaifuddin di Makassar, Jumat, mengatakan salah satu upaya dalam mendorong penguatan lembaga pendidikan yakni melakukan sosialisasi yang melibatkan para tenaga pendidik.
“Ini penting karena persentase jumlah pemilih pemula disetiap hajatan pemilu tidak pernah dibawa 20 persen dari jumlah daftar pemilih yg ada,” katanya.
Jika kota Makassar misalnya di DPT terakhir Pilpres 1.005.000 pemilih yang terdaftar maka paling tidak ada 200.00 ribu pemilih kita adalah pemilih muda dan pemilih pemula,” lanjut dia.
Menurut dia, jumlah pemilih pemula yang begitu besar tentu sebuah dukungan kekuatan politik yang cukup besar yang disayangkan jika tidak tersentuh lebih awal pencerahan, pemahaman, dan pendidikan politik yang tepat sebelum akhirnya berhadapan dengan kepentingan riil politik praktis yang tentu terkait dengan dukungan politik.
KPU Kota  Makassar berharap Kontribusi lembaga pendidikan khususnya sekolah menengah atas mampu mengedukasi peserta didiknya dengan berbagai macam momen yang ada di sekolah termasuk pemilihan calon ketua OSIS secara langsung yang merupakan hajatan tahunan disetiap sekolah.

    KPU Kota Makassar kembali melakukan sosialisasi pendidikan pemilih segmen Pendidik dan Pemilih Pemula di Makassar 13-14 Desember 2017.
Hari pertama seminar menghadirkan ratusan guru pembina kesiswaan di tiap sekolah menengah atas di kota Makassar: SMA, MAN, SMK, dan Pondok pesantren di Makasar.
Tampil sebagai narasumber adalah Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel Irman Yasin Limpo, DR. Jayadi Nas (Akademisi UNHAS mantan Ketua KPU Prov Sulsel, dan Faisal Amir (Anggota KPU Prov Divisi Parmas dan SDM).
Hari ke-2 seminar tampil sebagai pembicara ketua KPU Provinsi DR Iqbal Latief, Anggota KPU Prov Divisi Hukum DR Khaerul Mannan, dan Akademisi UIN Alauddin Mks pakar Komunikasi Politik DR Firdaus Muhammad yang memaparkan tentang strategi berkomunikasi kawula muda dlm dunia politik segmen pemilih pemula.
Materi yang tidak kalah menariknya bagi peserta adalah menyoal pentingnya partisipasi pemilih. Perlu diketahui bahwa tingkat partisipasi pemilih dipemilu terakhir (pilpres) Kota Makassar adalah 63 persen dari 1.005.000 jumlah DPT sedangkan dipilwali terakhir tahun 2013 hanya 59.93 persen. Padahal dalam seminar ini disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat partisipasi pemilih dalam pesta demokrasi pilwali Kota Makassar misalnya, maka semakin tinggi tingkat legitimasi masyarakat terhadap pemimpin terpilih dan tentu juga legitimasi tinggi terhadap pemilihan dalam hal ini penyelenggara dan pemilihnya.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one + 6 =