KPU OKI Berupaya 42.533 Pemilih Bisa Berikan Hak Suara

Kayuagung, jurnalsumatra.com – Terkait banyaknya mata pilih yang bermasalah pada Sistem Administrasi Kependudukan (SiAK), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ogan Komering Ilir (OKI) Sumsel, terus berupaya mengkroscek kembali data pemilih sebanyak 42.533 yang tak terdaftar pada SiAK.

Untuk itu, KPU OKI mengajak seluruh Ketua, Anggota divisi data dan Operator panitia pemilihan Kecamatan (PPK) se OKI rapat koordinasi di Aula Rapat KPU OKI, Rabu (25/4/2018).

Dalam Rapat koordinasi internal yang dimulai sekira pukul 10.00 WIB dan dipimpin langsung oleh Ketua KPU OKI Dedy Irawan, S.Ip.,M.Si didampingi komisionernya tersebut, PPK yang hadir diharapkan turut membawa data – data antaranya berita acara hasil verifikasi ulang data, Hardcopy verifikasi Faktual (KK), Data Softcopy final daftar pemilih tetap dan data softcopy AC berbasis TPS.

Hal ini diperlukan agar dapat memudahkan dalam melakukan pengecekan kembali data pemilih, Karena dari hasil rapat pleno terbuka yang digelar KPU OKI pada 19 April 2018 lalu, ditetapkan total DPT pilkada OKI dan pilkada Sumsel sebanyak 476.863 pemilih, tak terbaca sistem 42.533 pemilih dengan jumlah desa 327, dan jumlah TPS 1.818.

Sebanyak 42.533 calon pemilih yang dikeluarkan dari DPT karena nomor induk keluarga (NIK) dan nomor Kartu keluarga (KK) tidak dapat dibaca oleh SIAK (Sistem Administrasi Kependudukan) Disdukcapil ini padahal ada dalam hasil coklit KPU OKI melalui petugas pencocokan daftar pemilih (PPDP) atau PPS desa.

Setelah disampaikan ke KPU RI hasil rapat pleno tersebut, kemudian KPU OKI diinstruksikan untuk melakukan pengecekan kembali agar 42.533 pemilih yang tak terbaca sistem dapat masuk menjadi pemilih pada pilkada OKI sehingga bisa melakukan pencoblosan.

Dan Rapat koordinasi internal yang dilaksanakan KPU OKI bersama PPK ini sendiri merupakan tindak lanjut atas apa yang disampaikan sekaligus perintah KPU RI untuk dilakukan pengecekan kembali.

“Rakor bersama PPK ini terkait perintah KPU RI untuk mengecek kembali pemilih yang ada dalam formulir model AC kwk atau pemilih non KTP El atau suket yang dikeluarkan dari Daftat Pemilih Tetap (DPT) karena tidak terbaca oleh SIAK Disdukcapil,”ungkap Dedy.

Dedi merincikan untuk Kota Kayuagung dengan total pemilih 45.251 dan tidak terbaca 552, Tanjung Lubuk 22.206 dan tidak terbaca 2.179, Teluk Gelam 16.253 dan tak terbaca 782, Pedamaran 26.442 dan tak terbaca 3.219.

Selanjutnya, Kecamatan Pedamaran Timur 13.295 dan data tak terbaca 361, SP Padang 28.991 dan tak terbaca 1.977, Jejawi 29.495 dan tak terbaca 5.145, Pampangan 18.762 dan tak terbaca 2.000, Pangkalan Lampam 16.592 dan tak terbaca 3.944, Tulung Selapan 25.822 dengan data tak terbaca 5.568, Air Sugihan 21.732 dengan data tak terbaca 2.250, Cengal 18.246 dan tak terbaca 6.784, Lempuing 46.606 dan data tak terbaca 339.

Begitupun Kecamatan Lempuing Jaya 37.549 dengan data tak terbaca 1.160, Mesuji 25.808 dan tak terdata 1.881, Mesuji Raya 22.550 dan tak terbaca 1.643, Mesuji Makmur 36.241 dan tak terbaca 2.186, Sungai Menang 25.022 dan tak terbaca 490. (ATA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

17 + 10 =