KPU Padang Siapkan Dua TPS Untuk Warga Rutan/Lapas

Padang, jurnalsumatra.com – Komisi Pemilihan Umum Kota Padang, Sumatera Barat, menyediakan dua tempat pemungutan suara (TPS) bagi warga penghuni rutan dan lembaga permasyarakatan untuk menyalurkan hak pilih mereka pada pemilu serentak, 17 April 2019.
“Demi keamanan, mereka disediakan TPS khusus. Namun, tetap mengikuti peraturan, yaitu satu TPS maksimal untuk 300 orang,” kata Ketua KPU Kota Padang M. Sawati di Padang, Rabu (23/1).
Ia menyebutkan dua TPS tersebut bisa berubah jika nanti ada rekomendasi dari Bawaslu. Misalnya, ada daftar pemilihan tambahan (DPTb) bagi penghuni lapas yang baru masuk.
“Jadi, dia dapat menjadi DPTb setelah mendapat rekomendasi dari Baswaslu,” katanya.
Setelah ada rekomendasi dari Bawaslu akan dimasukkan lagi ke DPT, kemudian baru dimasukkan menjadi DPTb. Berbeda dengan penghuni lama yang sudah masuk DPT, kata dia, boleh diuruskan pemilihannya oleh keluarga.
Berdasarkan data sementara jumlah warga binaan di Kota Padang saat ini sebanyak 1.344 orang yang terdiri atas 954 penghuni Lapas Muara Padang dan 390 penghuni Rutan Anak Air.
“Namun, setelah didata, ternyata yang terdaftar ke dalam DPT HT dua hanya sebanyak 114 orang di Lapas Muara Padang dan sebanyak 239 orang di Rutan Anak Air. Jadi, sampai kini hanya dua TPS yang disediakan,” jelasnya
Hal yang sama juga dilakukan KPU terhadap pasien di rumah sakit. Namun, di rumah sakit tidak dibuatkan bilik khususm seperti yang diterapkan di lapas maupun rutan.
“KPU hanya membawakan kotak kosong yang diambil dari TPS terdekat dari rumah sakit. Kalau tidak cukup, diambilkan lagi dari TPS berikutnya. Ada pula diambilkan dari daerah di mana dia memilih,” katanya.
Bagi pemilih yang berkebutuhan khusus, seperti tunanetra, KPU akan membuatkan kertas khusus. Dia bisa memilih dengan cara meraba. KPU melakukan pelatihan, kemudian keluarga hanya mendampingi saat masuk ke dalam bilik suara.(anjas)

Leave a Reply