KPU Pertanyakan Gelar Ijazah Cik Ujang


Lahat , jurnalsumatra.com – Atas aksi demo yang digelar oleh Front Pemuda Merah Putih Palembang (FPMP-Palembang) pada tanggal 14 Desember 2017 lalu di Polda Sumsel, yang menuntut pengusutan dugaan ijazah Palsu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lahat.

Aksi FPMP Palembang ini, kembali berlanjut pada 23 Desember 2017, sepertinya, akan terus berbuntut panjang. Pasalnya, akibat dari aksi tersebut, Jum’at (5/3/2019), Tim dari Mabes Polri sambangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lahat.


Terpantau dilapangan, tim tersebut datang sejak Kamis (4/3/2019) dan terdengar wartawan ketika Tamu dari Mabes Polri ini melapor di Receptionis tamu Bupati Lahat. Setelah melapor, Tim tersebut, masuk keruang tunggu Bupati Lahat, dalam keadaan memimpin rapat Cik Ujang pun langsung pergi meninggalkan rapat itu, dan menuju kantor KPU Kabupaten Lahat.

Ketua KPU Kabupaten Lahat melalui Sekretaris Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lahat, Raswan Ansori Kamis (4/4/2019) dikonfirmasi membenarkan adanya tim dari Mabes Polri yang telah datang kekantor KPU Kabupaten Lahat.

“Benar, kita dari KPU Lahat telah menerima tamu dari Mabes Polri tujuannya meminta klarifikasi dan data data tentang keberadaan dan kegunaan ijazah Bapak Cik Ujang, karena Ketua KPU tidak ada di tempat (keluar kota), kami selaku sekretaris KPU tidak dapat memberikan keterangan karena kewenangan ada pada Ketua KPU Lahat demikian juga dengan data data yang tim dari Mabes Polri ini,” tukas Raswan.

Setelah berkoordinasi dengan Ketua KPU Kabupaten Lahat, tim dari Mabes Polri ini kembali lagi kekantor. Karena, ketua KPU Lahat sudah berada dikantor. “Sekitar pukul 10.00 WIB tim Mabes Polri datang. Namun, kenyataannya molor Tim tersebut informasinya menyambangi KPU Lahat usai makan siang, tapi, tak kunjung datang,” tambahnya.

Padahal sejak pukul 08.00 WIB – 16.00 WIB semua awak media telah berkumpul dikantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lahat, namun, hampir menjelang sore Tim dari Mabes Polri ini tak kunjung datang datang.

Sementara, Ketua KPU Lahat Nana SHI MM dibincangi wartawan mengaku, kedatangan Tim Reserse dari Mabes Polri bahwa mengantarkan surat yang ditujukan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lahat.

“Memang ada tim dari Mabes Polri kekantor. Namun, mengatarkan surat yang ditujukan kepada KPU Lahat,” ujarnya dengan singkat.

Ketika disinggung wartawan apakah surat tersebut berkaitan dengan dugaan Ijazah Palsu Cik Ujang.? Ditambahkan Nana, berdalih bahwa surat yang diterimanya itu, dirinya belum mengetahui apa isinya. Lalu, keesokan harinya, terlihat Tim Reserse Mabes Polri mendatangi rumah dinas Pendopoan Bupati Lahat.

Namun, disesalkan para jurnalis tidak dapat mengkonfirmasi tujuan keberadaan Tim Mabes Polri di Rumah Dinas Bupati, karena ketatnya penjagaan dan berbarengan ada acara Pemda Lahat.

Terakhir, diperoleh informasi dari kampus Universitas Sjakhyakirti, dari sumber yang minta di rahasiakan identitasnya, mengatakan bahwa Cik Ujang yang kini menjabat sebagai Bupati Lahat, memperoleh gelar Sarjana Hukum dari Universitas Sjakhyakirti Palembang, Cik Ujang terdaftar sebagai Mahasiswa Fakultas Hukum pada semester gasal tahun 2009 dan tamat pada 1 April 2013 dengan Nomor Induk Mahasiswa 09310029 sebagai Mahasiswa yang mengikuti perkuliahan Reguler, dan Cik Ujang mengantongi Ijazah Sarjana Hukum dengan nomor seri ijazah 1302101331042.

Dan dirangkum dari berbagai sumber, Ijazah tersebut dipergunakan oleh Cik Ujang sebagai syarat mencalonkan diri sebagai calon anggota DPRD Lahat periode tahun 1914-2019 dan syarat calon Bupati pada Pilkada Lahat periode tahun 2018-2019. (Din)