KPU Provinsi Minta Bantuan Dana Rp 12,8 Miliar

Palembang ,jurnalsumatra.com – KPU Provinsi Sumsel tahun 2019 meminta dana hibah dari Pemprov Sumsel sebesar Rp 12,8 miliar.  Dana tersebut digunakan untuk renovasi kantor,  pembelian mobil komisoner dan proses pemilu 2019 seperti bimtek dan sosialisasi.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan,  KPU Sumsel  begitu berperan dan memiliki peran penting  dalam penyelenggaraan pemilu.  Oleh sebab itu,  hubungan antara pemerintah daerah dan KPU sangat penting. Pasalnya,  kalau ini tidak terjaga, tahapan pendewasaan demokrasi dimasyarakat jadi terganggu.

“Untuk menjaga hubungan baik adalah dengan cara tidak bercampur dan mengintervensi. Namun dalam menjalankan ketugasan saya tetap buka diri, selama ada relevansiny dengan kewenangan pemda, kita terima,” ujarnya di ruang kerjanya,  Selasa (4/12/2018).

Herman Deru mengungkapkan,  dirinya sangat menghormati lembaga ini. Oleh sebab itu,  dirinya menjaga hubungan baik. “Saya berharap kita menjadi saudara, tapi aku yakinkan tidak akan intervensi, tapi aku ingin kita terbuka, kebutuhan KPU bagaimana untuk mendewasakan demokrasi.Tidak ada satupun yang boleh mengintervensi kinerja KPU, ” bebernya.

Herman Deru menuturkan, tahapan pemilu ini perlu disosialisakan.  ” Kita meyakinkan msyarakat untuk mengubah pikiran masyarakat kalau kita kerja keras, bisa mencapai target 70 persen.  Harus kita upayakan, tugas kita sama yakni keterlibatan dari kepala daerah sampai kepala desa sangat penting untuk mensukseskan penyelenggaraan pemilu. Penting keberlangsungan pembangunan dan demokrasi. Kami siap membantu pelaksanaan ini sehingga Sumsel bisa menyelenggaran pileg dan pilpres dengan sukses,” ucapnya.

“Soal anggaran APBN dapat sekitar 22 miliar itu untuk pengadaan logistik, sebagian besar dan sudah diturunkan ke kabupaten dan kota,” katanya.

Sementara itu Ketua KPU Kelly Mariana mengatakan, fungsi utama KPU adalah mensukseskan pemilu.  Jadi perlu koordinasi dengan Gubernur dan penyelenggara.

“Yang tidak tercover di APBN,  kami meminta dana hibah Rp 12,8 miliar. Dana tersebut digunakan untuk renovasi kantor,  mobil untuk transportasi komisioner karena kami tidak didukung transportasi yang layak.  Kemudian,  dana tersebut digunakan untuj proses tehapan pemilu 2019 seperti bimtek, dan  sosialisasi. Karena banyak bimtek yang tidak tercover APBN.  Jadi itu sudsh kami susun,  untuk enghitungan suara,  sodilisasu mulai dari PPK,  PPS dan KPPS, ” bebernya.

Untuk Alat Peraga Kampanye,  Kelly menuturkan,  sudah diserahkan untuk Pileg,  DPD dan parpol.  Bagi yang belum mengajukan desain,  kami himbau agar segera diserahkan ke KPU.

“Untuk DPT Sumsel aman.  Namun,  kami diberi waktu 30 hari untuk melakukan pencermatan.  Untuk 6 provinsi belum sinkron, oleh sebab itu seluruh provinsi diberikan waktu untuk mencermati lagi data pemilih, yang bisa ditanbahkan lagi.  Tanggal 11 dan 12 ini direkap lagi ditingkat kabupaten dan kota.  Sedangkan ditingkat provinsi tanggal 13 Desember.   Untuk DPT Sumsel terkahir berjumlah 5.858.181.073,” pungkasnya. (Yanti)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

12 + one =