KPU Sulteng Fokus Data Penyelenggara Pemilu

Palu, jurnalsumatra.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Tengah fokus melakukan pendataan bagi penyelenggara Pemilu hingga tingkat desa/kelurahan di Kota Palu, Kabupaten Donggala, Sigi dan sebagian Kabupaten Parigi Moutong, pascagempa bermagnitudo 7,4 SR, Jumat (28/9) lalu.
“Dua pekan pertama di bulan ini, kami melakukan pendataan keberadaan penyelenggara,bagaimana kondisi terakhir mereka,” kata Ketua KPU Sulteng Tanwir Lamaming, di Palu, Selasa.
Menurut dia, para penyelenggara Pemilu di tingkat bawah yang memiliki peran penting, untuk kesuksesan Pemilu tahun 2019 mendatang.
Kemudian, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan KPU di wilayah bencana, untuk membahas tindaklanjut pascabencana, karena paling utama memulihkan semangat psikologis penyelenggara Pemilu.

“Pemulihan ini butuh waktu, tidak hanya sebulan dan dua bulan saja, sementara tahapan tersisa enam bulan lagi,” jelasnya.
Kata Tanwir, pascagempa dan tsunami di Sulteng, akan memberikan pengaruh untuk penyelenggara, pemilih dan peserta Pemilu. KPU Sulteng juga segera berkoordinasi dengan pimpinan partai politik di daerah.
Sebelumnya Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan berdasarkan peraturan perundangan, tahap-tahapan pemilihan umum dapat dihentikan sementara apabila daerah tempat pemilu tersebut berlangsung tak memenuhi syarat. Salah satu faktor yang bisa menghentikan tahapan pemilu adalah bencana alam.
“Pileg dan Pilpres itu bisa ditunda untuk sementara sepanjang daerahnya misalnya bencana ya. Baik di tingkat TPS, kecamatan, desa maupun kota dan kabupaten,” ujar Tjahjo.
Masa kampanye pilpres dan pileg sendiri sudah sejak 23 September 2018 lalu sampai 13 April 2019. (anjas)

Leave a Reply