KPU Yogyakarta Buka Posko GMHP

YOGYAKARTA, jurnalsumatra.com – Secara serentak di seluruh Indonesia pada Rabu,17 Oktober 2018 akan dilakukan cek daftar pemilih.

Hal itu merupakan upaya KPU untuk melindungi hak pilih masyarakat. Selain itu, untuk menyempurnakan DPTHP (Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan) sesuai SE (surat edaran) KPU RI.

Seperti disampaikan Plt Ketua KPU Kota Yogyakarta, Sri Surani, di depan wartawan dalam jumpa pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Persandian Kota Yogyakarta, untuk melindungi hak pilih masyarakat, KPU Kota Yogyakarta pada1-28 Oktober 2018 juga membuka Posko Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP) di 45 kelurahan dan 14 kecamatan se-Kota Yogyakarta.

Menurut Sri Surani, KPU Kota Yogyakarta juga menghapus pemilih TMS (tidak memenuhi syarat), yaitu meninggal dunia, belum genap umur 17 tahun tapi terdaftar. “Dan memperbaiki data invalid NIK-nya,” tandas Surani yang menambahkan pihaknya masih menerima data pemilih baru yang pindah domisili pasca DPTHB ditetapkan.

Berkaitan hal itu, PPS (panitia pemungutan suara) di kelurahan juga akan memastikan agar masyarakat mengecek kembali status mereka di daftar pemilih. Sedangkan PPK (panitia pemilihan kecamatan) akan keliling di wilayahnya masing-masing yang memiliki potensi kerawanan data pemilih: asrama mahasiswa, panti asuhan, Lapas dan Rutan.

KPU Kota Yogyakarta juga akan melakukan pemetaan dan pendataan warga luar kota Yogyakarta yang akan gunakan hak pilihnya di Yogyakarta pada Pemilu 2019 mendatang.

Menurut Surani, KPU Kota Yogyakarta juga membuka posko di UAD dan UKDW Yogyakarta. “Hal itu untuk memfasilitasi mahasiswa dalam melakukan pengecekan status pemilihnya,” tandas Surani, yang pada kesempatan itu juga menyinggung soal data ganda. (Affan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

13 − twelve =