KSPI: Pemerintah Harus Kedepankan Kebijakan Kedaulatan Pangan

   Jakarta, jurnalsumatra.com – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan pemerintah harus mengedepankan kebijakan tentang kedaulatan pangan dan energi yang murah harganya bagi buruh dan rakyat.
“Naiknya harga beras dan rencana kembali menaikkan harga listrik menyebabkan daya beli buruh, petani, dan rakyat kecil makin menurun, serta ancaman PHK akan terjadi kembali di beberapa sektor industri,” ujar Said Iqbal dalam seminar nasional “Ekonomi di Tahun Politik, Dampaknya Terhadap Buruh dan Rakyat” di Jakarta, Jumat.
Kondisi tersebut semakin diperparah dengan kebijakan upah murah melalui PP no 78.

    “Bagaimana mungkin harga listrik yang dibayarkan buruh jauh lebih mahal dari biaya makan keluarga,” kata dia.
Ia mengatakan upah minimum Indonesia lebih rendah dari Vietnam, yaitu 174 dolar AS per bulan, sedangkan upah minimum Vietnam senilai 181 dolar AS per bulan.
Berdasarkan hasil riset Organisasi Buruh Internasional (International Labor Organization/ILO), upah minimum Indonesia juga lebih rendah dibandingkan upah minimum di Malaysia, Thailand, Filipina dan Singapura.
“Malaysia 526 dolar AS per bulan, Thailand 357 dolar AS per bulan, Filipina 257 dolar AS per bulan, sedangkan Singapura mencapai 3.957 dolar AS per bulan,” kata dia.(anjas)

Leave a Reply