KUBI UAD Sebagai Pusat Kegiatan Kewirausahaan

YOGYAKARTA – jurnalsumatra.com – Menindaklanjuti penerimaan hibah Erasmus+ dan realisasi dari proyek GITA (Growing  Indonesia a Triangular Approach), Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta meresmikan Kantor Urusan Bisnis dan Inovasi (KUBI) di Kampus 2 Jl Pramuka no. 42, Yogyakarta, Selasa (27/11/2018), dihadiri Ketua PP Muhammadiyah Prof Dr H Yunahar Ilyas, Lc, M.Ag dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Drs Edy Hari Suasana, M.Pd mewakili Walikota Yogyakarta. Dan, kantor ini merupakan Growth Hub UAD.

Seperti disampaikan Ida Puspita, M.A.Res, Koordinator Program Hibah Erasmus+ UAD, yang juga Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI), setahun setelah proyek dimulai, Growth Hub pertama dibuka UAD Yogyakarta. “Dan itu jauh lebih cepat dari jadwal,” terang Ida Puspita.

Pembukaan Growth Hub pertama yang jauh sebelum jadwal, mencerminkan komitmen yang luar biasa dari UAD Yogyakarta.

Pada tahun 2020 proyek konsorsium yang dipimpin Gloucestershire University akan membuat tujuh Growth Hub di seluruh Indonesia dan asosiasi industri nasional, yang akan menyediakan jaringan dan peluang pelatihan untuk berbagai kelompok pemangku kepentingan.

Dalam proyek GITA Indonesia ini, Erasmus+ memberikan hibah kepada 11 universitas dari 5 negara, tujuh di antaranya universitas dari Indonesia: UAD Yogyakarta, President University, UII Yogyakarta, Universitas Padjajaran, Universitas Negeri Semarang, Universitas Brawijaya dan STIE Malangkucecwara.

Sedangkan empat universitas dari Eropa adalah University of Gloucestershire Business School (Inggris), Dublin Institute of Technology (Irlandia), Fachhochschule des Mittelstands (Jerman) dan Innsbruck University (Austria).

Proyek GITA ini, dijelaskan Ida Puspita, mempunyai tujuan untuk mensinkronkan tiga aspek. “Seperti membentuk kolaborasi universitas, menghasilkan alumni yang memiliki jiwa kewirausahaan dan membentuk unit-unit bisnis baru,” kata Ida Puspita.

Di sisi lain, seperti dikatakan Rektor UAD, Dr H Kasiyarno, M.Hum, KUBI ini mempunyai tujuan untuk menginkubasi start-up business dan Growth Hub UAD, yang akan menjadi pusat kegiatan kewirausahaan yang ada di UAD Yogyakarta, yang ditujukan untuk mahasiswa, alumni, dosen, karyawan dan stakeholders UAD.

“KUBI ini merupakan fasilitas inkubasi untuk mengembangkan inovasi dan mengeksploitasi ide-ide baru yang diterapkan pada ekonomi lokal dan regional dalam bentuk start-up business,” kata Kasiyarno, yang berharap semua kalangan bisa memanfaatkan KUBI UAD.

Program ini berfokus untuk membangun kapasitas kewirausahaan di seluruh Indonesia dengan mengembangkan kolaborasi antara universitas dan dunia bisnis, menanamkan pendidikan kewirausahaan ke dalam kurikulum universitas dan mengembangkan infrastruktur pendukung untuk penciptaan unit bisnis baru.

Bagi Ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas, yang juga Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UAD, ini merupakan wujud dari pengabdian masyarakat UAD Yogyakarta.

“Sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan negara ke empat terbesar di dunia, Indonesia telah mengembangkan pelayanan khusus guna memenuhi pandangan luas para pengusaha di Indonesia,” kata Yunahar Ilyas.

Menurut Yunahar, sebagai mitra konsorsium UAD harus merealisasikan hasil yang diharapkan dari proyek. “Dan memobilisasi sumber daya yang diperlukan agar mahasiswa dan bisnis lokal dapat mulai menggunakan layanan dari Growth Hub UAD,” kata Yunahar Ilyas.

Bagi Yunahar, melalui KUBI ini sangat bermanfaat dalam mewujudkan suatu universitas menuju entrepreneur university. “Merupakan suatu kebanggaan bagi UAD karena dipercaya Uni Eropa untuk dibina menjadi universitas kewirausahaan,” ungkap Yunahar Ilyas.

Sementara itu, Prof Neil Towers dari University of Gloucestershire (Inggris), menyampaikan bahwa pihaknya menjadi leader dalam kegiatan Erasmus+ bidang kewirausahaan, selain tiga universitas Eropa lainnya.

“Selain itu kami mempromosikan pengembangan kapasitas kewirausahaan di seluruh Indonesia dan melibatkan penciptaan growth hub di universitas mitra Indonesia selama tiga tahun ke depan,” kata Neil Towers.

Menurut Prof Neil Towers, hal itu melalui pendekatan segitiga yang membentuk dasar proyek mengintegrasikan kolaborasi perusahaan-perusahaan, pembinaan lulusan yang berkegiatan wirausaha dan penciptaan perusahaan.

UAD Yogyakarta pada 2017 lalu memperoleh hibah Erasmus+ sebesar Rp 1,2 miliar dengan durasi 3,5 tahun terhitung tahun 2017 hingga 2020 untuk mengintegrasikan bisnis kolaborasi universitas dan kewirausahaan alumni.

Itu merupakan hibah bergengsi di level internasional, yang pengajuannya dilakukan KUI UAD dalam bidang Capacity Building for Higher Education (CBHE).

Selain itu, menurut Hari Haryadi, SP, M.Sc, Kepala Pengembangan Kewirausahaan UAD, juga menanamkan pendidikan kewirausahaan ke dalam kurikulum universitas dan menciptakan growth hub berupa tempat yang akan menjadi pusat kegiatan kewirausahaan yang ada di UAD Yogyakarta: mahasiswa, alumni, stakeholders UAD, dosen, karyawan, dan lain-lain.

Rencana, seperti disinggung Wakil Rektor II, Safar Nashir, pertemuan di University of Innsbruck Austria pada Desember 2018 akan melihat model pengembangan entrepreuner university.

Pembentukan KUBI UAD ini untuk mengkoordinir dan mengintegrasikan semua kegiatan mewirausahaan. Dan secara bertahap, UAD Yogyakarta akan mempersiapkan diri untuk menjadi universitas kewirausahaan. (Affan)

Leave a Reply