Kulon Progo Keluarkan Status Tanggap Darurat Bencana

  Kulon Progo, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengeluarkan status tanggap darurat bencana di Kokap dan Samigaluh sejak 8 Februari hingga 21 Februari menyikapi bencana tanah longsor akibat hujan deras di wilayah ini.
Status siaga darurat bencana di Kulon Progo ditetapkan mulai dari 28 November 2017 s.d. 31 Maret 2018, kata Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo Gusdi Hartono di Kulon Progo, Selasa.
Hal itu, kata dia, karena pada bulan Februari hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah ini yang menyebabkan bencana tanah longsor di kawasan Bukit Menoreh.
Atas dasar itulah, di Kecamatan Kokap dan Samigaluh, statusnya dinaikkan menjadi tanggap darurat bencana tanah longsor dan pohon tumbang.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kulon Progo dalam beberapa hari terakhir menyebabkan enam titik longsor yang menutup akses jalan wisata di kawasan Bukit Menoreh.
Untuk itu, pihaknya menaikkan status tanggap darurat bencana tanah longsor di dua kecamatan tersebut. Sementara itu, kecamatan lain masih siaga darurat bencana.
Gusdi menyebutkan enam titik tanah longsor yang menyebabkan akses jalan tertutup, khusunya akses jalan pariwisata, yakni Jalan Brajan  – Kaliwunglon, Jalan Trayu-Suroloyo, Jalan Nyemani Sidoharjo, Jalan Nglambur-Suroloyo, Jalan Keji-Sulur, dan Jalan Bendo-Sendangsono.
Ia menegaskan bahwa ruas jalan sangat vital dan memengaruhi publik sehingga mendapat prioritas penanganannya. Dalam hal ini, pihaknya mengerahkan alat berat supaya pengerjaannya cepat selesai.

   Saat ini, lanjut Gusdi, BPBD Kulon Progo mengerahkan dua alat berat untuk mengevakusi tanah longsor di Nyemani Sidoharjo dan Keji-Sulur di Kecamatan Samigaluh. Dua lokasi ini, material tanah longsor menutup akses jalan kabupaten.
Selanjutnya, BPBD akan membuka akses jalan Nglambur-Suroloyo.
“Kami bekerja secapat mungkin supaya akses jalan dapat dilalui oleh warga, dan juga wisatawan yang akan berwisata di kawasan Bukit Menoreh, khususnya Puncak Suroloyo,” katanya.
Selain akses jalan tertutup tanah longsor, kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kulon Progo Suhardiyana, ada enam rumah warga yang tertimbun material longsoran, yakni rumah Surawan di Plono, Pagerharjo; rumah Sumaryo di Menggermalang, Gerbosari; rumah Roji di Nglambur, Sidoharjo.
Selanjutnya, rumah Windarno di Keceme, Gerbosari, rumah Asrofi di Wonogiri, Sidoharjo; dan rumah Tubakir di Tanjung Banjaroya.
“TRC, tagana, dan sukarelawan sudah membersihkan material longsoran. Kami juga sudah mengirim logistik bagi korban tanah longsor,” katanya.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *