Kurang Matangnya Perencanaan Sebabkan Rusaknya Infrastruktur

Sumbar, jurnalsumatra.com – Legislator Nurhamdi Zahari, politisi Partai Demokrat pada penyampaian sudut pandang ketika menghadiri kegiatan Musrenbang Nagari Talang Tangah Kecamatan Sungai Tarab, Rabu (12/02/2020) menyampaikan sudut pandangnya, Tanahdatar rusaknya berbagai infrastruktur di nagari-nagari dikarenakan tidak matangnya perencanaan terhadap pembangunan infrastruktur tersebut. 


Ia menyebutkan, untuk mengatasi hal tersebut harus ada ketegasan dari Dinas PUPR. “Apabila tidak tersedia dana perawatannya jelas pula dikerjakan oleh pihak nagari, tapi apabila dana itu ada berapa kali dilakukan,” ujar Nurhamdi.

Seterusnya, menyikapi banyaknya bangunan sekolah yang sudah tidak layak, ditekankan kepada dinas terkait untuk meinventarisir bangunan-bangunan sekolah tersebut, agar dengan keterbatasan anggaran dapat diperbaiki secara bertahap.

Sementara Legislator Benny Apero, politisi dari Partai Hanura, mengatakan minimnya anggaran pada saat ini diharapkan kepada Pemerintahan Nagari untuk melakukan kegiatan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Dikatakannya, pada tahun ini APBD Tanah Datar mengalami devisit sebesar Rp.128 milyar, yang menjadi beban karena pada kegiatan tahun 2019 tidak ada dan di tahun 2020 dilaksakan. Kegiatan itu yakni pelaksanaan Pilkada yang menelan biaya lebih kurang sebesar Rp.50 milyar, kegiatan Porprov sebesar Rp.10 milyar, dan pembiayaan tanggungan BPJS sebesar Rp.9,5 milyar. ” Inilah beban yang ditanggung APBD kita, dan harus kita laksanak pada tahun ini,” ujar Benny.

Dengan keterbatasan saat ini diharapkan nagari dapat menciptakan inovasi-inovasi dengan pemanfaatan SDM dan lingkungan kita. Salah satunya adalah dengan menjadikan sampah sebagai penghasilan bagi masyarakat kita.

Pada kesempatan itu Ketua Tim Musrenbang Kabupaten Tanah Datar, dr.Yesrita, sesuai dengan visi dan misi Kabupaten Tanah Datar, yakni Terwujudnya Kabupaten yang madani, perlu dianggarkan lebih besar dari biasanya kegiatan non fisik.

“Jika biasanya berdasarkan aturan yang ada pembangunan fisik 70 persen dan non fisik 30 persen, boleh dirobah menjadi 70 persen non fisik dan 30 persen untuk fisik,” ucap Yesrita, sembari mengatakan Karena untuk mewujudkan visi dan misi itu perlu kita bangun mental anak kemenakan kita sejak dini.

Hadir anggota DPRD pada Musrenbang itu, Benny Apero, Nurhamdi Zahari, Ketua Tim dr.Yesrita, Kepala OPD, Camat, Forkomponca Sungai Tarab, Wali Nagari se-Kecamatan Sungai Tarab, BPRN,KAN, Tokoh Masyarakat, dan undangan lainnya.(myt)