Kurikulum Harus Sinkron Dengan Dunia Industri

PALEMBANG, jurnalsumatra.com – Pendidikan kejuruan merupakan program strategis untuk menyiapkan tenaga kerja terampil tingkat menengah agar dapat bekerja di industri dan berwirausaha. Untuk itu maka sinkronisasi kurikulum SMK dengan kebutuhan di industri harus dilaksanakan oleh kedua belah pihak.

Oleh sebab itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terus melakukan upaya penyesuaian kurikulum  dengan kebutuhan dunia indistri. Salah satu upaya yang dilakukan dengan melalukan validadi kurikulum oleh pihak indutri untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Kepala Disdik Sumsel, Drs.Widodo, M. Pd. melalui Kepala Seksi Kurikulum SMK Disdik Sumsel, Yose Aprizal mengungkapkan, dunia industri menerima kemampuan siswa sesuai kebutuhuan yang dicari.

Saat ini kurikulum dan kebutuhan indsutri belum sinkron, sehingga pelaksanaan harus dilakukan validasi, tujuannya untuk membenahi dan menyelaraskan silabus.

“Sinkronisasi kurikulum SMK dengan kebutuhan industri merupakan dukungan dari Instruksi Presiden (Inpres) No. 6 tahun 2009 tentang revitalisasi bagi SMK,” ungkapnya, Senin  (15/10/2018).

Dijelaskannnya, Disdik bakal menjalankan kurikulum dengan penyelarasan industri sehingga dunia usaha dapat merangkul siswa SMK, kemudian meningkatkan jumlah SDM, dengan jumlah guru terbatas akibat guru produktif sudah banyak yang pensiun.

“Kita juga akan mengeluarkan sertifikat untuk para siswa yang diakui di Asia Tenggara,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SMKN 2 Palembang, Zulkarnain mengatakan, program pengiriman siswa keluar negeri sudah berjalan beberapa tahun terakhir, dan sudah menjadi program rutin.

“Karena SMKN 2 harus bekerja di Industri, 100 persen siswa mesti bisa. Dari semua program yang ada disini, seperti jurusan mekatronika, teknik kendaraan ringan, teknik tenaga lkstrik, teknik sepeda motor dan lainnya, Seiring banyaknya lapangan kerja yang membutuhkan SDM berpengalaman dan punya skill khusus, membuat lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) harus bisa siap kerja di tengah persaingan dunia kerja dan dunia Industri (Dudi),” pungkasnya.(Hasan Basri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × 4 =