Lahat Belum Temukan Suspect Penyakit Difetri

Lahat, Sumsel, jurnalsumatra.com – Sampai saat ini, diKabupaten Lahat, belum ditemukan suspect (penderita, red) penyakit Difetri, tapi, jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) harus mewaspadainya, dimana, dibeberapa provinsi, kabupaten/kota, terutama sekali pada anak-anak sudah merebak dan dapat menyebabkan kematian.

Kepala Dinkes Lahat, dr H Rasyidi Amri MT MKM melalui Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan Penyakit Menular, H Ubaidillah SKM MKes menuturkan, pihaknya dalam mengantisipasi penularan penyakit difetri ini, haruslah diberikan imunisasi dasar lengkap (IDL).

“Imunisasi ini diberikan setiap tahunnya, saat bulan imunisasi anak sekolah (BIAS), yakni pada anak kelas 1 SD Tetanus Difetri (TD) dan kelas 2 vaksi Difetri Tetanus (DT), pada November dan Campak tiap Agustus,” bebernya Selasa (12/12/2017).

Menurutnya, penyakit ini tidak hanya menyerang anak-anak saja, melainkan dewasa pun bisa menular dari Bakteri Difteri.

“Tanda-tandanya, demam tinggi, bercak putih pada tenggorokoan, sesak nafas, pembengkakan kelenjar limfe, dan pendarahan di tenggorokan.Kalau terlambat maka bisa menyebabkan kematian,” urai H Ubaidilah.

Ia menjelaskan, kalau sudah mendapatkan gejala seperti disebutkan diatas, maka langsung dibawa  ke RSUD, guna mendapatkan perawatan intensif, penularannya bisa dari media udara, air liur dan sebagainya.

“2-7 hari masa inkubasi dari difteri. Dihimbau jangan tidak diimunisasi mulai dari 2 bulan sampai 9 bulan ke posyandu, mendapatkan imunisasi lengkap.

Oleh karena itu, katanya, imunisasi dasar lengkap (IDL) hepatitis B 0 bulan – 7 hari, polio 1, melalui oral (mulut), DPT (difteri pertusis tetanus), BCG (anti TBC), campak, rubella (mirip campak tapi virus pembawa berbeda). Tahun 2018, vaksin MR. (Din)

Leave a Reply