Lampung Loloskan 143 Atlet Ke PON Papua 2020

Lampung Selatan, jurnalsumatra.com – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung Yusuf Barusman mengatakan bahwa sebanyak 143 atlet daerah setempat akan berlaga pada Pekan Olahraga Nasional di Papua 2020.

  “Berdasarkan laporan yang diterima dari Binpres. Tercatat, 143 atlet sudah dinyatakan lolos PON dan saat ini sedang dalam pembinaan di masing – masing cabornya,” kata Yusuf di sela kegiatan training of trainer (ToT) di Lampung Selatan, Rabu.

  Pria yang juga Rektor Universitas Bandar Lampung tersebut menjelaskan pada PON 2020 Papua pihaknya menargetkan Lampung masuk 10 besar klasemen akhir.

  Namun demikian menurut dia, semua itu harus dilakukan terencana, sistematis, dan terprogram. Oleh karena itu,semua pihak dan seluruh pengurus olahraga harus bersatu padu untuk menyongsong kejuaraan empat tahunan itu.

  Di sisi lain, lanjut dia, KONI Lampung menggelar training of trainer (ToT) talent scouting merupakan bagian dari dua agenda besar yang terprogram setelah dilantik kepengurusan baru.

  Adapun pelatihan untuk pelatih itu salah satu tujuannya untuk mencari bibit unggul atau pencarian bakat atlet di daerah.

  Ia menjelaskan, pelatihan yang diperuntukkan bagi orang yang diharapkan setelah selesai pelatihan mampu menjadi pelatih dan mencari bibit-bibit unggul sejumlah cabang olahraga.

  “Kegiatan ini, memang program kerja KONI Lampung. Ada dua agenda besar sejak di lantik, yaitu PON 2020 Papua, ToT untuk pencarian bakat atlet yang digelar Binpres,” kata Ketua Umum KONI Lampung itu menambahkan.

  Yusuf menjelaskan, training of trainer (ToT) talent scouting sendiri, dilakukan merujuk dari cabang – cabang olahraga sebelumnya yang minim akan pembinaan atlet di level usia dini terlebih atlet berbakat.

  Karena itu, pihaknya meminta dan mendukung agenda yang digelar Binpres. Dengan target mencari atlet berbakat usia dini, untuk dipersiapkan pada PON 2024 dan 2028.

  “Tujuan utamanya adalah bukan hanya berbicara untuk Lampung, tapi nasional. Jadi, talent scouting ini harus dilakukan jika mau berprestasi di tingkat dunia. Harus dilakukan kita semu secara bersama – sama. Karena KONI adalah organisasi yang mewadahi atlet prestasi,” tegasnya.

  Yusuf menambahkan training of trainer talent scouting tidak semua daerah melakukannya. Oleh karena itu, peserta yang sebagian besar guru olahraga patut bersyukur.

  “ToT ini tidak semua dilakukan oleh semua provinsi. Dan disini kita akan buat sejarah. Karena jelas, tradisi prestasi di level dunia, merupakan buah pembinaan atlet dari usia dini,” katanya menegaskan.(anjas)