LANAL Bengkulu Gelar Pungut Sampah Berhadiah

     Bengkulu, jurnalsumatra.com – Pangkalan TNI Angkatan Laut Bengkulu menggelar lomba memungut sampah berhadiah di Pantai Zakat, Kota Bengkulu dalam rangka Hari Dharma Samudra 2018.
“Kegiatan ini bagian dari bakti kami dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat mulai dari pelajar hingga instansi pemerintah,” kata Komandan Lanal Bengkulu Letnan Kolonel Laut (P) Agus Izudin di sela-sela aksi bersih Pantai Jakat di Bengkulu, Sabtu.
Ia mengatakan bahwa aksi bersih pantai berhadiah itu hanya sebagai penyemangat bagi peserta untuk membersihkan kawasan Pantai Zakat yang merupakan salah satu titik wisata yang kerap dikunjungi wisatawan.
Sebelum memungut sampah, ratusan peserta terlebih dahulu menggelar senam sehat bersama yang dipimpin sekelompok pelajar dari SMK Negeri 5 Kota Bengkulu.
Setelah senam sehat, peserta mendapat arahan dari panitia yang menjelaskan cara pengumpulan sampah. Peserta diminta memisahkan sampah kayu dan serasah yang dapat dibakar dengan sampah plastik.

Jenis sampah kayu dibakar, sedangkan sampah plastik dikumpulkan dan ditimbang. Untuk peserta yang paling banyak mengumpulkan sampah plastik, akan mendapatkan hadiah dari Danlanal.
Pengambilan sampah diberikan batas selama 60 menit. Setelah dilakukan penimbangan sampah plastik, pelajar SMK 4 Pelayaran Kota Bengkulu tampil sebagai juara dengan bobot sampah plastik terberat.
Agus mengatakan bahwa aksi bersih pantai tersebut diharapkan menjadi budaya masyarakat sebab lingkungan yang sehat akan berdampak positif langsung pada kehidupan masyarakat.
Misalnya, kalau area wisata ini bersih, asri dan nyaman tentu menarik wisatawan lebih banyak.
Hari Dharma Samudra yang diperingati setiap 15 Januari merupakan upacara untuk memperingati peristiwa heroik yang terjadi di Laut Aru pada tanggal 15 Januari 1962.
Saat itu terjadi pertempuran laut yang melibatkan tiga kapal cepat torpedo TNI AL, yakni Kapal Perang RI Macan Tutul, RI Harimau dan RI Macan Kumbang menghadapi kapal perang kerajaan Belanda yang lebih modern dan canggih.
Komodor Yos Sudarso yang saat itu menjabat sebagai Deputi KSAL, on board di atas RI Macan Tutul sebagai Senior Officer Present Afloat (Sopa) bersama awak kapal perang RI Macan Tutul guna melakukan misi operasi Dwikora pembebasan Irian Barat. Namun, pada peristiwa tersebut, beliau akhirnya gugur sebagai kusuma bangsa.
(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × four =