Lapangan Fasos Tanjungenim Jadi Lautan Manusia

Lahat, Sumsel, jurnalsumatra.om – Turut memeriahkan dalam rangka HUT RI Ke 73 tahun 2018, pihak manajemen  PT Bukit Asam (persero)Tbk mengadakan  hiburan rakyat tentang Kesenian dan Kebudayaan.

Tak pelak, acara yang dimotori oleh Perusahaan milik BUMN ini dapat menyedot ribuan pengunjung yang datang untuk meyaksikan kegiatan tersebut. Mengakibatkan lapangan Fasos Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul, Jum’at malam (17/8/2010) menjadi lautan manusia.

Padatnya masyarakat yang dapat kelapangan Fasos ini, dikarenakan pihak PTBA Tbk menampilkan reog Ponorogo. Saat pelaksanaan pentas reog ini disambut antusius masyarakat Tanjung Enim dan sekitarnya, hal ini terlihat yang hadir untuk nonton Reog, sehingga lapangan Fasos malan itu, menajdi lautan manusia.

Hadir dalam kegiatan itu, Direktur Produksi PTBA Suryo Eko Hadianto, Camat Lawangkidul Rahmat Noviar, Lurah Tanjungenim, Lurah Tanjungenim Selatan, Danramil , Polsek Lawangkidul , Kades Tegal Rejo dan undangan lainnya.

Camat Lawang Kidul, Rahmat Noviar dalam sambutannya menyampaikan, pergelaran kesenian dan budaya Reog adalah untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia  Ke 73 tahun, ditingkat kecamatan Lawang Kidul, dan acara ini segaja diadakan dalam rangka menyambut Kota Tanjung Enim sebagai Kota Wisata.

“Perluh saya sampaikan bahwa pergelaran seperti ini akan dijadikan agenda tahunan di Kecamatan Lawang Kidul yang bersamaan dengan kegiatan lainnya,” urainya.

Dijelaskan Rahmat, dirinya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, dan seluruh elemen masyarakat yang dengan penuh semangat untuk mendukung kegiatan ini, terutama kepada manajemen PTBA yang telah mensukseskan kegiatan pentas kesenian budaya.

“Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak PTBA yang sudah mendukung dengan diadakannya acara pentas hiburan rakyat, semoga kegiatan seperti ini terus diterapkan kedepannya, ” pintak Rahmat.

Sementara, Direktur Produksi PTBA Suryo Eko Hadianto mengatakan, rasa bangga dan tersanjungnya karena pagelaran kebudayaan reog begitu mendapat sambutan antusius dari masyatakat Kota Tanjung Enim dan sekitarnya.

“Terus terang, saya tidak menyangka kalau acara malam ini disambut antusius masyarakat Tanjung Enim dan sekitarnya, ” terang Eko Hardianto.

Menurutnya, dengan membludaknya penonton yang ada pada saat ini, membuktikan bahwa pagelaran Reog sangat dapat menarik ribuan penonton yang memadati lapangan Fasos ini.

“Saya sangat bersyukur sekali dengan pagelaran tentang kesenian dan kebudayaan masih sangat antusias disaksikan masyarakat yang ada. Ini membuktikan ilmu seni sangat diminati oleh kita semua, ” tuturnya.

Kegiatan dan acara ini tidak akan semegah dan seramai seperti ini, tanpa kalaborasi yang sangat baik antara panitia Kecamatan dengan PT Bukit Asam. Untuk diketahui, Kota Tanjung Enim bukan cuma punya kesenian dan kebudayaan reog tapi juga punya sanggar sanggar budaya.

“Oleh sebab itulah, kami sama sama bangkit dan bergandeng tangan untuk menyatuhkan Tanjung Enim yang terdiri dari berbagai suku serta budaya yg beragam, Kita akan jadikan Tanjung Enim menjadi Kota Tujuan wisata di Sumatera Selatan, ” terangnya, seraya menambahkan, semua ini merupakan rangkaian dalam rangka memeriahkan HUT RI yang ke 73 tahun 2018. (Din)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × 3 =