Legislator Meminta Pemerintah Membangun Fasilitas Untuk Asmat

     Jakarta, jurnalsumatra.com – Wakil Ketua Komisi IX DPR Dede Yusuf meminta pemerintah membangun fasilitas untuk masyarakat di Pronvinsi Papua, terutama Kabupaten Asmat, agar kejadian kejadian luar biasa campak dan gizi buruk tidak berulang.
“Kondisi di Asmat saat ini hanya salah satu contoh dari banyak suku di Papua. Kita harus pikirkan bersama, apakah pembangunan disiapkan dari dana otonomi khusus atau APBN dan APBD,” kata Dede dalam dalam rapat konsultasi pemerintah dengan pimpinan DPR di Jakarta, Kamis.
Dede menyatakan dukungannya bila pemerintah berencana merelokasi masyarakat Asmat yang tinggal menyebar di berbagai wilayah untuk berkumpul di suatu tempat.
Relokasi itu kemudian diikuti dengan pembentukan komunitas-komunitas, yaitu suatu kompleks yang memiliki brbagai fasilitas seperti pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), sekolah dan pusat kebudayaan.

     “Tentu juga harus disiapkan failitas untuk dokter dan guru yang ditugaskan di komunitas tersebut,” ujarnya.
Dengan bentuk seperti itu, Dede meyakini akan terjadi peralihan edukasi dan kebudayaan tanpa meninggalkan akar masyarakat setempat sehingga bisa hidup lebih baik.
“Asmat itu adalah salah satu tujuan wisata internasional. Sudah dijual secara internasional, tetapi tidak ada fasilitas pendukungnya,” tuturnya.
Rapat konsultasi pemerintah dengan pimpinan DPR dipimpin Wakil Ketua DPR Koordinator Bidang Kesra Fahri Hamzah dengan dihadiri Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Ketua Komisi IX Dede Yusuf, Wakil Ketua Komisi IX Syamsul Bachri, Wakil Ketua Komisi IX Ermalena dan sejumlah anggota lain.
Menteri yang hadir pada rapat konsultasi itu adalah Menteri Sosial Idrus Marham, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ancandra Tahar.(anjas)

Leave a Reply