Legislator: Pemerintah Perlu Fokuskan Kembali Pembangunan SDM

   Jakarta, jurnalsumatra.com – Pemerintah perlu memfokuskan kembali pembangunan sumber daya manusia untuk menciptakan generasi yang menang dalam persaingan era kesejagatan ini, kata Anggota Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Arzeti Bilbina Huzaimi.
“Tantangan ke depan bangsa ini makin berat, diperlukan SDM yang unggul. Gagal tidaknya sebuah negara itu tergantung dari SDM negara tersebut, karena sebuah negara tak mungkin lepas dari unsur penduduk, pemerintah, kedaulatan, dan  wilayah yang melingkupinya,” ujar dia di Jakarta, Rabu.
Dia memberi contoh tentang pembangunan suatu stadion megah dengan fasilitas serba canggih, namun jika penontonnya atau suporternya tidak disiplin dan kurang bertanggung jawab, maka akan rusak.
“Contohnya yang sedang viral akhir-akhir ini, baru saja diresmikan Stadion Gelora Bung Karno sudah rusak. Begitu pun dalam membangun sebuah bangunan negara,  harus terbangun juga SDM-nya agar kokoh negara kita ini,” katanya.

    Apalagi, lanjut dia, Indonesia akan menyongsong bonus demografi, yaitu keadaan yang mana komposisi atau proporsi penduduk usia produktif dengan usia kerja 15-64 tahun lebih besar dibandingkan dengan usia tidak produktif, yaitu 0-14 tahun dan 65 tahun ke atas.
“Ibarat pedang bermata dua, bonus demografi mampu membawa keuntungan  dan kerugian. Tentu ini perlu kesiapan matang, jika tidak dikelola maka akan menjadi musibah pada masa yang akan datang, ledakan pengangguran dan kemiskinan. Namun jika kita memiliki peta jalan yang jelas tentu ini akan menjadi potensi berharga bagi perekonomian bangsa,” katanya.
Arzeti menghargai adanya pergeseran pola pembangunan dari infrastruktur keras ke pembangunan SDM atau infrastruktur lunak.
Berbagai persoalan pendidikan seperti tingginya angka putus sekolah, rendahnya mutu pendidikan, kesejahteraan guru, dan lain sebagainya, katanya, harus bisa teratasi.
“Saya berharap pergeseran ini justru berdampak pada mangkraknya proyek-proyek strategis nasional yang belum selesai di tahun lalu,” kata dia.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 + twelve =