Lima Tersangka Pengedar Jaringan LP Kerobokan Ditahan

     Denpasar, jurnalsumatra.com – Kelima tersangka kasus peredaran narkoba jaringan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA, Kerobokan, Denpasar ditahan Badan Narkotika Nasional Provinsi Bali.
“Kelima tersangka sudah ditahan dimana salah satunya melibatkan pegawai LP Kerobokan bernama Fidar Ramos (27) yang sebagai kurir narkoba,” kata Kepala BNNP Bali Brigjen (Pol), I Putu Gede Suastawa di Denpasar, Rabu.
Empat tersangka lainnya yakni bernama Vito (26), Hendrik (30), GT (43) dan KA (39) yang semuanya didakwa Pasal 114 Ayat 2, Pasal 111 Ayat 2, Pasal 113 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika jenis sabu-sabu dan ekstasi.
Gede Suastawa menegaskan, tersangka Fidar Ramos menjadi penghubung barang haram itu antara nara pidana atau penghuni LP Kerobokan berinisial KR dengan tersangka diluar Lapas Kerobokan berinisial KA dan GT.
“Kelima tersangka ini ditangkap melalui proses pengembangan kasus yang kami lakukan dan ada beberapa tersangka yang kami tangkap ada yang pernah menjadi tahanan LP Kerobokan,” ujar Suastawa.
Barang haram yang diedarkan tersangka Fidar Ramos didapat sebanyak tiga klip sabu-sabu seberat 44,70 gram, selanjutnya barang haram yang dibawa Vito sebanyak 4,44 gram dan Hendrik ditemukan sebanyak 29,93 gram.
Apabila berhasil menjual barang haram itu, para tersangka mendapat upah sebesar Rp3 juta hingga Rp4 juta per hari. “Modus mereka menggunakan sipir Lapas sebagai kurir karena lebih mudah menghubungkan barang antara napi dengan orang luar,” katanya.
Menurut pengakuan tersangka Fidar Ramos, melakukan pekerjaan sebagai kurir narkoba itu baru dilakukan pertama kali. Namun, pihaknya tidak begitu saja percaya dengan tersangka sehingga dilakukan pengembangan dan pemeriksaan lebih lanjut.

     “Untuk ancaman hukuman kepada kelima tersangka paling rendah lima tahun dan hukuman paling tinggi 20 tahun,” katanya.
Penangkapan kelima tersangka jaringan LP Kerobokan tersebut bermula dari penangkapan Vito pada 11 Februari 2018, Pukul 21.30 Wita di Jalan Mahendradata, Padang Sambian, Denpasar dengan modus mengambil tempelan degan total barang bukti yang diamankan BNNP Bali sebanyak 4,44 gram.
Dari pemeriksaan Vito tersebut, petugas BNNP Bali berhasil membekuk Hendrik pada 12 Februari 2018, Pukul 01.00 Wita di Jalan Gurita, Denpasar dan melakukan penggeledahan pakaian tersangka dan ditemukan sabu-sabu sebesar 29,69 gram.
Selanjutnya petugas menggeledah kamar kos Hendrik di Jalan Tukad Banyuasri, Panjer Denpasar Selatan kembali menemukan satu klip sabu dengan berat 0,24 gram netto, sehingga total barang bukti dari tersangka Hendrik mencapai 29.93 gram.
Selain mendapatkan narkoba, dari kamar kos Hendri menemukan senjata api jenis airsoft gun yang digunakannya untuk melindungi diri dari lawan dan pesaingnya yang juga berjualan barang haram itu dan senjata api itu digunakan untuk melindungi diri saat dilakukan penggerebekan.
“Hendrik ini kamu juga kami kenakan Undang-Undang Darurat Nomor 1 Ayat 1 karena memiliki senjata api tanpa memiliki izin dari pihak berwajib,” katanya.
Dari pemeriksaan dan melakukan pengembangan kasus Hendrik ini, petugas kembali menangkap seorang pegawai sipir LP Kerobokon bernama Fidar Ramos pada 12 Februari 2018, Pukul 10.15 Wita saat melakukan transaksi di Lapas Kerobokan yang diduga ikut sebagai pengedar dengan berhasil mengamankan tiga klip sabu-sabu dengan berat 44,70 gram.
Selain itu, petugas juga menangkap tersangka KA dan GT yang diduga melakukan peredaran narkoba di Parkir LP Kerobokan dengan barang bukti 77 butir ekstasi dengan berat 23,29 gram yang akan diberikan kepaada Fidar Ramos untuk diserahkan kepada narapidana berinisial KR.
“Jadi Fidar Ramos ini sebagai pengantar titipan barang tahanan dari luar LP Kerobokan,” kata Gde Suastawa.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

six + 13 =