Lin Dan pensiun, pelatih tunggal putra nilai persaingan tak berubah

Jakarta, jurnalsumatra.com – Pelatih bulu tangkis tunggal putra Indonesia Hendri Saputra menilai bahwa pensiunnya Lin Dan tak berpengaruh signifikan terhadap persaingan tunggal putra di berbagai kejuaraan tepok bulu dunia.

  “Menurut saya pengaruhnya tidak terlalu terasa. Dia memang bagus tapi tidak seperti dulu lagi,” kata Hendri saat dihubungi pewarta di Jakarta, Minggu.

  Menurutnya, meski tak ada lagi Lin Dan, peta kekuatan bulu tangkis di sektor tunggal putra tidak akan ada yang berubah. Para pebulu tangkis papan atas dunia lainnya dinilai masih akan tetap merepotkan dua pemain andalan Indonesia, yaitu Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie.

  Hendri menambahkan bahwa sudah sewajarnya Lin Dan memutuskan pensiun di usianya yang menginjak 37 tahun. Apalagi performanya kini juga kian menurun.

  Pada Olimpiade 2016 Rio misalnya, ia gagal meraih medali emas ketiganya setelah kalah oleh Lee Chong Wei di semifinal. Ia juga harus merelakan medali perunggu direbut oleh pemain Denmark Viktor Axelsen. Bahkan pada kejuaraan All England 2020, capaian Lin bisa dibilang jeblok karena hanya mampu menembus 16 besar.

  Alhasil, peringkatnya pun kian tergeser. Sebelum pensiun, Lin Dan menempati urutan ke-19 rangking BWF dan peluang untuk bisa tampil di Olimpiade Tokyo tahun depan pun tipis.

  “Memang sayang sih Lin Dan harus pensiun. Tapi semua ada waktunya masing-masing. Mungkin Lin Dan berpikir kondisi ini lebih baik (untuk pensiun),” tutur Hendri.

  Hendri menilai Lin Dan merupakan pemain yang bagus di masanya dan sempat beberapa kali unggul saat berhadapan dengan Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie.

  Berdasarkan catatan pertemuan mereka, Lin Dan unggul 3-2 saat bertemu Anthony, dan menang 4-3 ketika melawan Jonatan.

  Lin Dan pada Sabtu (4/7) mengumumkan bahwa ia telah memutuskan untuk gantung raket di usianya yang 37 tahun.

  Selama berkarier di bulu tangkis profesional, Lin sudah mengantongi dua gelar tunggal putra olimpiade yang ia raih di Olimpiade Beijing 2008 dan London 2012. Ia juga telah meraih semua gelar turnamen utama bulu tangkis, termasuk lima medali emas kejuaraan dunia serta enam gelar All England.

  Pemain kidal itu juga mempersembahkan enam gelar juara beregu putra Piala Thomas dan lima gelar beregu campuran Piala Sudirman.(anjas)