LIPI Dorong Ketertelusuran Alat Ukur Kesehatan

    Bengkulu, jurnalsumatra.com – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Metrologi mendorong dan menyediakan jaminan ketertelusuran bagi peralatan ukur di Indonesia, termasuk  peralatan ukur kesehatan, hingga dapat diakui oleh dunia internasional.
“Ketiadaannya ketertelusuran alat ukur kesehatan ke Sistem Internasional (SI) dapat berakibat fatal pada interpretasi hasil pengukuran atau pengujian karena tidak ada jaminan kebenaran pengukuran atau pengujian yang dilakukan,” kata Plt Kepala LIPI Prof. Dr. Bambang Subiyanto dalam keterangan tertulis diterima di Bengkulu, Senin.
Bambang mengatakan ketertelusuran alat ukur kesehatan merupakan kata kunci utama yang dibahas dalam kegiatan Pertemuan dan Presentasi Ilmiah Kalibrasi Instrumentasi dan Metrologi (PPI KIM) ke-44 yang mengangkat tema “Penguatan Infrastruktur Metrologi untuk Menjamin Kualitas Layanan Kesehatan”.
“Ketertelusuran alat ukur semakin menarik dikaji terutama ketika ada redefinisi SI. Infrastruktur metrologi sendiri pada hakekatnya adalah terbangunnya ketertelusuran dari peralatan ukur sampai ke standar acuannya yang merupakan realisasi dari definisi satuan ukuran,” jelasnya.

      Sementara itu, Deputi Bidang Jasa Ilmiah LIPI Dr. Mego Pinandito mengatakan berbagai hasil penelitian telah dihasilkan oleh Pusat Penelitian Metrologi untuk mendukung jaminan kualitas infrastruktur kesehatan.
“Salah satunya, LIPI telah mengembangkan sistem kalibrasi ear thermometer. Sistem ini rencananya juga akan digunakan di dalam uji banding internasional pada tahun ini,” katanya.
Berdasarkan peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 79 Tahun 2017 tentang Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2018, pemerintah bermaksud untuk meningkatkan Index Pembangunan Manusia (IPM) menjadi sebesar 71,5.
Untuk mencapai target tersebut, kebijakan di bidang kesehatan harus mengarah ke peningkatkan akses terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas. Fokusnya adalah pada upaya untuk peningkatan kesehatan ibu dan anak, penguatan promotif dan preventif untuk mendorong masyarakat hidup sehat, dan penurunan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit tidak menular.
Pada kegiatan PPI KIM ke-44, Mego menyebutkan bahwa kegiatan ini memiliki tiga agenda besar. Pertama, seminar ilmiah yang merupakan forum utama untuk berbagi ilmu pengetahuan.
Kedua, peringatan Hari Metrologi Dunia 2018 bertemakan “Constant Evolution of the International System of Units”. Dan ketiga, workshop terkait dengan terbitnya ISO atau IEC 17025 terbaru.(anjas)

Leave a Reply