LPMAK Kirim 10 Ton Bantuan Ke Asmat

    Timika, jurnalsumatra.com – Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) mengirim 10 ton bantuan kemanusiaan untuk meringankan beban warga Kabupaten Asmat yang menghadapi musibah wabah campak dan gizi buruk.
Sekretaris Eksekutif LPMAK Abraham ketika menghubungi Antara di Timika, Selasa, mengatakan bantuan berupa bahan makanan seperti beras, bahan makanan bergizi, air mineral dan lainnya sebanyak 17 item itu diangkut dengan kapal dari Pelabuhan Paumako Timika menuju Asmat pada Senin (5/2).
Selanjutnya, bantuan itu diserahkan kepada Keuskupan Agats untuk dapat didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Akhir Desember 2017 LPMAK langsung melakukan survei ke Asmat. Pengiriman bantuan kali ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan survei awal itu sebagai bentuk dukungan dan perhatian dari masyarakat Amungme dan Kamoro yang bertetangga langsung dengan Asmat,” kata Abraham.
Menurut dia, bantuan berupa bahan makanan yang disalurkan LPMAK diharapkan dapat membantu keluarga-keluarga yang anak-anaknya mengalami masalah kekurangan gizi di Asmat.

LPMAK mengapresiasi dukungan dan perhatian dari berbagai kalangan, terutama pemerintah pusat yang segera tanggap terhadap masalah campak dan gizi buruk di Asmat sehingga status Kejadian Luar Biasa/KLB campak dan gizi buruk di wilayah itu sudah dicabut.
Wabah campak dan gizi buruk meluas di seluruh Asmat sejak September 2017 hingga awal Januari 2018 dan menelan korban jiwa hingga 72 orang anak.
“Kami berharap ke depan perlu ada penanganan serius oleh Pemerintah Kabupaten Asmat bersama pihak-pihak terkait lainnya agar masalah ini tidak terjadi lagi di kemudian hari. Persoalan kesehatan tentu tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tapi yang lebih utama bagaimana keluarga dan masing-masing individu memperhatikannya,” ujar Abraham.
Ia menambahkan pendistribusian bantuan melalui Keuskupan Agats semata-mata lantaran sejak awal LPMAK telah membangun komunikasi dengan Uskup Keuskupan Agats Mgr Aloysius Moerwito.
“Sebagai pelayan umat, tentu pihak Keuskupan Agats lebih mengetahui situasi dan kondisi yang dihadapi oleh masyarakat di Asmat. Bersama Pemkab Asmat tentu Keuskupan Agats dapat mendistribusikan bantuan ini langsung ke sasaran yang dituju,” kata Abraham.(anjas)

Leave a Reply