LRT Palembang Tidak Bisa Maksimal

Palembang, jurnalsumatra.com – Untuk mencapai performa LRT yang 100 persen  maka harus dipatuhi batasan-batasannya performa yang ideal untuk kereta berkerja maksimal. Hal tersebut diungkapkan Manajemen PT Inka, Alit Darmawan saat kunjungan netizen, media dan pihak stekholder terkait ke statsiun LRT Palembang, Ahad (19/8/2018).

Alit Darmawan mengatakan,  performa di lapangan terkadang susah untuk mendeteksi berapa orang yang masuk, dalam rancangan kita ada 60 persen jika terjadi kelebihan beban. “Kita mengantisipasi masyarakat, karena kita tidak mencega bisa masyarakat yang naik kereta itu mulai menengah kebawah  hingga keatas , dari akademisi hingga masyarakat awam biasa. Untuk antisipasi itu kita sudah menghitungnya,  walaupun itu ada lebih beban , tetap kita bisa  beroperasional, tapi kita tidak mengizinkan kereta itu dinaiki melebihi 500  orang, ” ujarnya.

Sementara itu,  Direktur Polsri Dr Ing Ahmad Taqwa MT melihat LRT Palembang di sulap menjadi transportasi super cepat di Palembang, seharusnya Palembang membangun transportasi membutuhkan waktu sampai lima tahun setelah Sumsel sukses melaksanakan Sea  Games dan Vietnam mundur jadi tuan rumah Asian Games 2018 . Pembangunan LRT Palembang dilakukan super cepat yaitu dimulai 2014 sejak menjadi tuan rumah Asian Games 2018.

“Kita meminta Presiden mendukung proses Asian Games melalui transportasi kota metropolitan dengan pembangunan LRT dan  maka pengerjaan waktunya 2016, untuk perancangan untuk train set tahun 2017. Itu sudah sangat cepat dan luar biasa dan pretasi anak bangsa,”bebernya.

Menurutnya,  tanpa kerjasama semua pihak maka Palembang menurutnya tidak akan mencetak sejarah layaknya Kerajaan Sriwijaya , LRT pertama kali  Indonesia dan satu –satunya menyebrangi Sungai.

“ Kerjasama yang luar biasa dari infrastruktur , pembangunan yang dilakukan Waskita Karya , yang harus di kebut walaupun masyarakat Palembang harus menerima kondisi  macet ria atas pembangunan ini. Apalagi  Agustus awal masyarakat di ajak uji coba LRT, walaupun tentu disana sini ada kekurangan terutama sosialisasi ke masyarakat bahwa kondisi ini di rancang diluar standar waktu pengerjaan yang harusnya dilakukan, ini super cepat , dalam kondisi super cepat memang kondisinya untuk uji coba memang di cari dimana titik-titik salah. Jika uji coba kesalahannya tidak muncul itu bahaya, artinya tidak terdeteksi dengan adanya uji coba itu semua faktor terjelek  harus di uji termasuk beban termaksimum, muncul kemarin mogok, dan masyarakat kurang sosialisasi,” paparnya.

Taqwa menjelaskan,  untuk sosialisasi LRT internal sudah jalan tapi di masyarakat dan pers kejadian mogok LRT menjadi bahasa yang negatip, bahwa jalur evakuasi memang sudah di siapkan dan aman untuk kasus darurat LRT.Walaupun Sumsel lumbung  energi, faktanya menurutnya, semalam listrik masih mati dan menjadi tantangan PLN, dan masih ditunggu komfirmasi PLN.

“Kita mengapresiasi pihak Inka karena semua produk anak negeri di pakai di LRT bahwa Bangladesh, Zimbabwe dan Australia menggunakan produk PT Inka. Saya berharap masyarakat mendapat sosialisasi yang baik  dan mendukung bangsa ini ,” terangnya.

Taqwa meminta agar standar evakuasi di buat pihak LRT jika ada masalah di LRT seperti power loss sehingga evakuasi harus dilakukan seperti apa sehingga masyarakat tahu itu aman.“LRT kita ini tehnologi baru, tadinya menggunakan fabling conten atas, KRL diatas tuh kabelnya , ini menggunakan tehnologi aliran di bawah, tidak ada kabel di atas, semua kabel ada dekat roda sisi kiri kanan,” katanya.

Direktur Prasarana Perkeretaapian , Zamrides mengatakan, penumpang LRT harus dibatasi dan menjaga kondisi ideal agar jangan sampai LRT ada gangguan karena kelebihan penumpang .“ Penumpang harus dibatasi sesuai dengan kondisi ideal. Kita berharap semua orang menjaga fasilitas LRT Palembang terutama kebersihannya, keamanannya. Kalau ada yang macet beritahukan yang piket hari ini agar bisa di perbaiki teman-teman kontraktor,” katanya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Light Rail Transit (LRT) Palembang, Suranto  menambahkan, mulai tanggal 19 Agustus sampai 2 September pihaknya akan melakukan angkutan Asian Games dimana  pesertanya ada atlet Asian Games , panitia, penumpang umum.

 “Kita sudah sepakat kemarin totalnya 330 , dengan satu meter itu empat orang , kepadatannya, agar nyaman, kalau khusus atlet kita kosongkan satu gerbong, seperti kita lihat tadi gerbong pertama untuk atlet dan dua gerbong  untuk penumpang umum , akhirnya 330 itu kita turunkan lagi kuotanya menjadi 220 untuk menumpang umum dan 110 untuk untuk atlet,” pungkasnya.

Jauh sebelumnya Nasrun Umar sebelum menjabat sekda Sumsel ketika masih menjadi kepala dinas perhubungan mengatakan dalam press conference di kantor Dishub, perencanaan LRT hanya satu bulan saja, karena bila pengajuan perencanaan belebih batas waktu dari kemenhub maka proyek LRT akan dialihkan ke provinsi lain.(Yanti)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

10 − 7 =