Mabes Polri Rakernis Lalu Lintas Di Bali

    Kuta, Bali, jurnalsumatra.com – Mabes Polri melakukan rapat kerja teknis fungsi lalu lintas Tahun Anggaran 2018, di Hotel Kartika Plaza, Kuta, Bali, untuk menunjang pariwisata di Pulau Dewata pascaerupsi Gunung Agung.
“Kami berharap kegiatan ini bersama instansi pemerintah lainnya membawa keyakinan kepada publik dan wisatawan mancanegara maupun domestik agar tidak ragu-ragu datang ke Bali,” kata Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian usai memberikan sambutan dalam acara Rakernis fungsi lalu linta di Kuta, Bali, Kamis.
Kegiatan ini juga bertujuan untuk melakukan evaluasi kelebihan dan kelemahan yang telah dilaksanakan tahun sebelumnya dan membahas tantangan Tahun 2018 yang perlu mendapat penanganan khusus aparat lalu lintas.
Dengan adanya upaya ini, wisatawan dapat menikmati liburan di Bali dengan aman dan lalu lintas yang lancar. Kegiatan yang dilakukan Korlantas di seluruh Indonesia dapat memberikan suasana santai untuk wisatawan dan sebagai bahan evaluasi Korps Bhayangkara ini. Melalui upaya ini, diharapkan dapat muncul ide-ide baru untuk perbaikan bidang lalu lintas.
“Banyak hal positif yang sudah dicapai rekan-rekan kami pada fungsi lalu lintas, Korlantas dan jajaran. Mulai penegakan hukum yang humanis dan perbaikan bidang menajemen media maupun pendidikan masyarakat yang lebih menyentuh pada publik. Kepolisian juga akan mendatangi sekolah-sekolah dan komunitas yang ada,” katanya.
Terkait rekayasa lalu lintas, Polri juga terus mengedepankan bidang IT yang saat ini sudah dilakukan sangat baik dan beberapa wilayah Polda dan Polres yang ada di seluruh Indonesia juga sudah mengembangkan teknologi canggih untuk membantu tugas di lapangan.
“Kami juga sudah menggunakan aplikasi dan media sosial untuk mengoptimalkan fungsi lalu lintas. Selain itu, ditelevisi juga telah menyampaikan ‘Traffic manajemen center’ yang menyampaikan informasi tentang lalu lintas maupun twitter yang dimiliki kepolisian yang followernya sudah menembus 7,5 juta,” katanya.

     Hal ini menunjukkan betapa antusias masyarakat untuk mendapatkan informasi terkait bagaimana kondisi lalu lintas. “Selanjutnya, bidang registrasi dan indentifikasi juga banyak perbaikan yang lebih menyentuk kepada publik, sehingga publik lebih mudah mendapat layanan untuk mendapatkan SIM, STNK, BPKB maupun perpanjangannya,” katanya.
Ia mencontohkan, pembuatan SIM secara “online” dapat diperpanjang di semua tempat, sehingga masyarakat yang ada di Aceh dan Papua yang bersekolah di Jakarta dan Bandung, mereka dapat memperpanjang SIM ini tanpa perlu untuk kembali ke daerahnya yang biayanya sangat besar untuk tiket pesawat dan lainnya.
“Dalam hitungan menit perpanjagan SIM dapat dilakukan. Saya menyampaikan apresiasi atas segenap capaian yang telah dilakukan fungsi lalu lintas. Namun, ada juga masukkan yang saya berikan untuk perbaikan mulai penegakan hukum yang humanis yang tidak hanya sekedar menilang, namun ada unsur pendidikan, pendekatan kepada masyarakat sehingga tergugah untuk memperbaiki,” katanya.
Kemudian, pendidikan bidang masyarakat tertib berlalulintas, dan lebih agresfi lagi masuk ke dalam komunitas maupun sekolah dan organisasi masyarakat maupun pesantren dalam mengenalkan SIM keliling atau samsat keliling yang dikerjakan Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat.
“Mereka mengunakan sepeda motor untuk dapat masuk ke kampung-kampung sehingga sangat membantu masyarakat mengurus SIM ini,” ujarnya.
Kapolri juga ingin menerapkan sistem satu atap seperti di Georgia, dimana semua proses kepengurusan pelayanan publik tidak lebih dari satu jam bahkan hitungan menit dan sangat transparan untuk pembayaran karena dilakukan di bank.
“Ini juga yang saya harapkan dapat ditiru. Terkait masalah rekayasa lalu lintas agar lebih mendapat umpan balik dari masyarakat dan kepolisian mendengarkan keluhan masyarakat ini,” katanya.(anjas)

Leave a Reply