Mahar Lagu Mengangkat Budaya Palembang

Palembang, jurnalsumatra.com-Kebudayaan dan seni sangatlah berkaitan satu sama lainnya, itulah yang menjadi pemikiran dari pria kelahiran Palembang, bungsu dari empat saudara yang kedua orang tua asal Ayah kelahiran Palembang yang mempunyai kakek dari Magelang dan Ibu asal Medan (Sumut) untuk membuat lagu, menceritakan seni budaya yang sudah hampir dilupakan oleh anak-anak muda diantaranya kain tenun songket.

Dengan mengambil judul Mahar untuk lagu yang diciptakannya, yang erat hubungannya dengan tradisi wong Palembang menggunakan kain songket sebagai mahar untuk suatu pernikahan.

Tetapi membuat aransemen lagu nya dengan musik nusantara agar bisa di dengar oleh semua orang untuk mencapai misi dan tujuannya mengenalkan Songket ke anak-anak muda yang sudah melupakan warisan budaya kota Palembang yang malah lebih dikenal di negara tetangga kita Malaysia.

Seperti di ungkapannya kepada Jurnalsumatra.com saat dibicangi dengan lagu berjudul Mahar yang diciptakannya. “Lagu Mahar itu merupakan tradisi dari wong Palembang bila melakukan pernikahan yang menggunakan kain songket sebagai maharnya” jelasnya mengapa mengambil judul mahar dari lagunya.

Dikatakannya, isi lagu itu sendiri memang menceritakan lelaki yang melamar gadis pujaan hatinya lalu menggunakan kain songket sebagai mahar pernikahan dan tradisi orang Palembang pada umumnya, menggunakan maharnya adalah kain songket.

Diakui Ayah satu ini, memang sudah tertarik budaya sebelumnya dan berfikir bagaimana cara untuk bisa berperan serta melestarikan budaya yang ada, terutama budaya dan tradisi wong Palembang sampai suatu ketika pulang kerumah bermain dengan anaknya dan melihat songket yang ada dilemari saat melakukan lamaran dirinya dan menjadi Idea nya untuk menuangkan kesebuah lagu yang diciptakannya.

“Untuk Vidio klip lagu mahar sendiri sudah dibuat, tapi untuk sekarang sedang proses editing oleh Yasmine seorang Mahasiswi vidiografi Limkokwing University dari Malaysia yang sengaja datang sendiri ke Palembang untuk membuat viduoclip, setelah melihat lagu vidio lirik di youtube dan kemudian menghubungi melalui saya lewat istragram” ungkap perkenalan nya dengan Yasmine.

“Saya sebelumnya pernah mengikuti ajang lomba yang diadakan oleh trans 7 untuk Konser 25 tahun Ari Lasso tanggal 25 Oktober 2017 sebagai perwakilan kota Palembang dengan membawakan Lagu Cinta Sejati dan dikirim ke Jakarta, akhirnya bertemu dengan mereka membawakan lagu tersebut dengan menggunakan Jas Songket yang akhirnya Jas tersebut diberikan ke Ari Lasso” ungkapnya dalam salah satu, untuk mengenalkan songket kemusisi.

Apa yang dilakukannya ini, ternyata tidak luput dari peran orang tua seperti diungkapkannya “Judul Mahar itu sendiri yang memberinya adalah ibu dan nama yang aku gunakan Andi Lisso nama belakangnya Lisso juga pemberian dari ibuku, itu merupakan nama singkatan dari nama kedua orang ku Lide adalah nama ibu dan Soediono adalah nama dari ayah dan jadilah Lisso” pungkasnya dengan arti nama Lisso dibelakang namanya Andi.(edchan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twelve + one =