Mahasiswa PCR Ciptakan Pengupas Nanas Otomatis

     Pekanbaru, jurnalsumatra.com – Mahasiswa Program Studi Mekatronika Politeknik Caltex Riau, Arnel Mega Surya, menciptakan alat pengupas dan pemotong nanas secara otomatis sebagai tugas akhirnya kuliah di kampus tersebut.
“Ini dikerjakan selama 4,5 bulan dan memakan biaya sekitar Rp9 juta. Sedikit mahal karena memakai Programmable Logic Control (PLC), dihidupkan manual tapi kalau tidak dimatikan tidak masalah,” katanya di Pekanbaru, Rabu.
Cara kerjanya, kata dia, nanas diletakkan di bagian jembatan mesin yang bisa menampung tiga buah dan kalau ingin lebih bisa dipanjangkan, lalu nanas menurun dan akan diseleksi jatuh satu per satu ke kotak.
“Setelah itu terkena potong oleh pisau di dalam kotak yang berputar, kotaknya nanti mundur untuk pembuangan kulitnya dan kembali lagi menerima nanas baru. Sekitar 15 detik rata-rata untuk satu nanasnya,” ungkap dia.
Awalnya dia melihat video pisau pengupas nanas. Akan tetapi dalam video tersebut masih menggunakan tenaga manusia dengan memasukkan pisau ke nanas lalu ditarik yang selanjutnya terpotong.

     Ia kemudian terinspirasi untuk tugas akhir membuat karya berupa alat yang automatis tersebut.
Mahasiswa angkatan 2015 itu mengaku membeli pisau dan mencoba sendiri alat itu untuk mengupas nanas lalu memikirkan mendesain mesin pengupas buah tersebut.
“Akhirnya dengan bimbingan dosen dan dari teman juga bisa dibuat,” katanya.
Dia mengaku bersama dosen pembimbing masih mencoba mengembangkan alat itu karena hingga saat ini masih terbatas penggunaan untuk nanas dengan ukuran tertentu.
Saat ini, yang bisa dipotong dengan alat itu nanas dengan diameter 9-11 centimeter.
“Selanjutnya akan dipikirkan bagaimana agar juga bisa mengupas semua ukuran,” katanya.(anjas)

Leave a Reply