Mahasiswa Pendemo DPRD Kalsel Minta Maaf

Banjarmasin, jurnalsumatra.com – Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin terlibat tindakan anarkis saat berunjukrasa di DPRD Kalimantan Selatan, September lalu, menemui pimpinan DPRD setempat untuk meminta maaf.
Ketua DPRD Kalsel H Burhanuddin SSos MPd atas nama pimpinan dan anggota lembaganya menyatakan memberikan maaf atas unjuk rasa anarkis oleh mahasiswa yang membawa bendera salah satu lembaga swadaya masyarakat di provinsi tersebut.
“Baik secara kelembagaan maupun pribadi dan sebagai orang tua kita bisa menerima permintaan maaf mahasiswa yang berbuat anarkis saat berunjukrasa di DPRD Kalsel, September lalu itu,” kata Burhanuddin, usai pertemuan, di Banjarmasin, Rabu (10/10).

“Kita memaklumi unjuk rasa sebagai wahana penyampaian aspirasi. Apalagi pengunjukrasa itu mahasiawa yang notabene penggerak reformasi,” kata pengganti antarwaktu Ketua DPRD Kalsel dari Partai Golkar tersebut.
Mantan Ketua DPRD Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Kalsel dua periode tersebut menyatakan, pada dasarnya DPRD selalu terbuka bagi siapa pun untuk menyampaikan aspirasi, termasuk dalam bentuk unjuk rasa.
“Namun kita berharap dalam penyampaian aspirasi atau unjuk rasa harus menjaga situasi dan kondisi agar tetap kondusif,” ujar Burhanuddin, didampingi Wakil Ketua DPRD Kalsel Asbullah AS SH dari PPP.
Perwakilan mahasiswa tersebut selain mengaku salah, juga menyatakan perbuatan anarkis karena emosi massa yang tidak terkendali.
Pernyataan memaafkan dari DPRD Kalsel tersebut akan menjadi salah satu bahan di persidangan nanti, dan diharapkan bisa untuk meringankan hukuman.
Namun, walaupun pihak DPRD Kalsel sudah mencabut pengaduan atas perbuatan anarkis tersebut, kasus itu masih berlanjut oleh aparat penegak hukum.(anjas)

Leave a Reply