Mahasiswa PENS Buat Aplikasi Penjualan Ikan

     Surabaya, jurnalsumatra.com – Sebanyak lima mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) membuat aplikasi penjualan ikan di telepon pintar untuk membantu nelayan dan petani tambak di Surabaya memasarkan ikan yang dinamai “E-Fish”.
Salah satu mahasiswa itu, Nadya Ningtias di Surabaya, Selasa mengatakan aplikasi yang dibuatnya bersama Seria Reni Dwi Astiwi, Aditya Abdurrahman Rafif dan Budi Santoso sengaja dibuat untuk memotong rantai distribusi yang terlalu panjang.
“Aplikasi ini dikonsep untuk e-commerce berjualan ikan segar di wilayah Surabaya dan lebih mengedepankan ikan bisa sampai ke tangan konsumen dengan tetap segar,” kata mahasiswa semester V itu.
Dia menjelaskan, latar belakang ide membuat aplikasi itu bermula dari salah satu rekannya yang melakukan praktik kerja mahasiswa (PKM) ke petani tambak di wilayah sekitar Surabaya. Di sana, dia mendapati ada beberapa masalah yang dialami petani, terutama terkait murahnya harga jual ikan.
Petani tambak, lanjut dia, ingin ikan tetap segar ketika sampai ke tangan konsumen. Namun distribusi yang panjang, dinilai tidak mengedepankan kualitas ikan dan berdampak pada harga ke pasaran. Pasalnya, setelah sampai ikan tak lagi segar.

“Harusnya nilai ikan tinggi jadi menurun karena itu. Lha aplikasi ini akan memangkas distribusi, sehingga ikan tetap segar ke tangan konsumen,” ujar dia.
Nadya mengungkapkan, saat ditanya, nelayan atau petani ingin dikoordinir e-commerce. Tapi ada juga pilihan untuk market place tapi itu masih belum terjamin dibanding e-commerce yang ada proses ke kelompoknya terlebih dahulu sebelum ke pembeli.
Dengan aplikasi ini, Nadya berharap nelayan atau petani tambak dapat menyuplai ikannya ke kelompoknya untuk selanjutnya dibantu mendistribusikan ke konsumen.
“Sasaran kami nelayan di daerah Kenjeran. Kalau petani tambak di tambak Sidoarjo dan Gresik. Aplikasi ini sudah pernah diujicobakan baik ke nelayan maupun petani tambak,” tuturnya.
Untuk cara kerja E-Fish, Nadya menjelaskan, cukup mudah dan sederhana. Konsumen tinggal mengunduh aplikasi kemudian bisa mencari ikan dengan cara mengetiknya, dan langsung melakukan pembelian seperti e-commerce yang lain.
“Yang membedakan dengan yang lain adalah kami hanya fokus ke ikan,” tuturnya.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × 3 =