Mahasiswa UAD Yogyakarta Ikuti Inkubator Wirausaha

YOGYAKARTA, jurnalsumatra.com – Mahasiswa aktif Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta yang siap berwirausaha atau sudah memiliki usaha sendiri, ikuti inkubator wirausaha yang diadakan Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia bekerjasama dengan UAD Yogyakarta.

Rektor UAD, Dr H Kasiyarno, M.Hum, ketika membuka acara yang diikuti 23 orang mahasiswa itu, mengatakan, ilmu harus dicari dan selanjutnya diamalkan atau dipraktikkan.

Dikatakan Kasiyarno, Nabi Muhammad SAW sudah mencontohkan sebagai pebisnis ulung yang jujur. “Mencari untung memang dianjurkan, tetapi prinsip-prinsip kejujuran harus ditanamkan pada diri kita sebagai pebisnis,” papar Kasiyarno.

Di sisi lain, seperti dikatakan Dr Dedi Pramono, M.Hum, Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) UAD Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta sebagai lembaga pendidikan tidak melulu menjual jasa pendidikan, yang menggantungkan sumber dana dari mahasiswa.

“Tetapi terus mengembangkan usaha-usaha lain sebagai upaya untuk mendapatkan sumber dana lain,” jelas Dedi Pramono, yang menambahkan hal itu dengan mendirikan PT yang bergerak di bidang migas, kesehatan, properti, perbankan, dan sebagainya.

Inkubator Wirausaha ini, dijelaskan Danang Sukantar, M.Pd, Kabid Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni Bimawa, merupakan kegiatan pendampingan yang dititikberatkan pada sisi pengembangan bisnis yang akan dilakukan oleh inkubator kepada UKM atau tenant.

“Para tenant akan mendapatkan bantuan seperti bimbingan dan konsultasi, bantuan penelitian dan pengembangan usaha, pelatihan dan pengembangan ketrampilan, manajemen, mentoring, akses penggunaan teknologi, pasar, HKI dan akses permodalan,” kata Danang Sukantar.

Pada hari kedua “Inkubator Wirausaha” kerjasama Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta dengan Deputi Bidang Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM RI di Ruang Rapat Kampus 1 UAD Jl Kapas, Semaki, Umbulharjo, Yogyakarta, Jum’at (5/10/2018), Dandan Irawan, M.Sc membahas mengenai kreativitas dan inovasi. Sebelumnya, materi disampaikan Indra Fahmi, M.Si.

Menurut Dandan Irawan,, inovasi adalah proses menemukan atau mengimplementasikan sesuatu yang baru ke dalam situasi yang baru.

Pada kesempatan itu, Dandan memberi contoh kreativitas mengolah sampah kertas menjadi komoditi berharga seperti: tempat pensil, kertas undangan, kotak tissue dan sebagainya.

“Inovatif dalam penemuan baru, dan kreatif adalah daya cipta, produk berbeda, keunggulan atau unik, memikirkan sesuatu yang baru,” kata Dandan Irawan.

Kepada 28 orang peserta, Dandan berharap untuk memikirkan sesuatu yang baru. Dan kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.

Hambatan kreativitas, menurut Dandan, berupa kebiasaan, keterbatasan waktu dan energi, ketidakmampuan mengenali masalah, takut gagal, kritik orang lain, kesulitan memusatkan konsentrasi.

“Kita harus menciptakan peluang usaha, dan minat berusaha adanya peluang yang menurut pandangan kita menguntungkan, adanya minat terhadap usaha tertentu, adanya modal dan relasi serta kesempatan tertentu,” kata Dandan, yang sampaikan 20 pertanyaan dasar memulai usaha.

Dijelaskan Dandan, memulai usaha itu bisa tidak menggunakan uang dan menggunakan uang. “Dan gagasan penciptaan produk melalui menciptakan produk baru, meniru, mengikuti diklat, magang atau on the job training,” kata Dandan.

Kegiatan yang berlangsung pada 4-7 Oktober 2018 ini, diharapkan ke depan akan membuka amal usaha Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta di seluruh Indonesia. (Affan)

Leave a Reply