Mahasiswa UNUD Kampanyekan Kesehatan Mental Lewat “Kindnetic 2019”

Denpasar, jurnalsumatra.com – Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Udayana mengkampanyekan pentingnya kesehatan mental remaja pada upaya peningkatan rasa percaya diri dengan menggelar acara “Kindnetic 2019”.

  “Kindnetic 2019 hadir sebagai salah satu upaya untuk menumbuhkan rasa percaya diri bagi remaja dengan sasaran utama berusia 12-20 tahun,” kata Project Manager Kindnetic 2019, Oning Widiyanti, saat mengadakan kegiatan jumpa media, di Denpasar, Senin.

  Ia menjelaskan, sengaja rentang usia tersebut dipilih pada kampanye yang mengangkat tema “”Show Who You Really” itu mengingat rentannya kelompok usia ini terhadap gangguan mental emosional.

  Mengutip hasil  Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kemenkes pada 2018, menunjukkan sebanyak 9 dari 1.000 penduduk berusia di bawah 15 tahun mengalami gangguan mental emosional.

  Selain itu, pada usia 12-20 tahun, individu memasuki fase pembentukan identitas diri. Individu dengan identitas diri “belum jelas” cenderung tertekan dan mengamini bermacam stigma negatif yang dilekatkan padanya.

  Rendahnya rasa percaya diri, juga dapat menyebabkan isolasi sosial, depresi, bunuh diri, anoreksia, nervosa, delinkuensi, dan masalah terkait lainnya.

  “Alasan itulah yang melatarbelakangi pemilihan tema acara ini,” kata Oning sembari mengatakan kegiatan tersebut digagas oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi Unud angkatan 2016 yang berkolaborasi dengan Bali Soul Society (BSS) tersebut.

  Sementara itu, Ida Ayu Saraswati Indraharsani selaku Chief Director Bali Soul Society menambahkan berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar Kemenkes, sekitar 9,8 persen remaja di Pulau Dewata mengalami gangguan mental emosional.

  “Sengaja dipilih lokasi kegiatan di Denpasar karena masyarakat di Denpasar itu majemuk, komunikasinya yang dinamis, dan penggunaan sosial media yang tergolong aktif. Remaja yang menggunakan sosmed dengan aktif lebih berpotensi mengalami gangguan emosional, apalagi ketika menginginkan standar-standar yang mereka temukan di sosmed,” ujarnya.

  Contohnya saja untuk standar kecantikan, mayoritas yang dapat dilihat di sosial media adalah wanita dengan tubuh yang langsing dan cantik, tentu saja tidak semua remaja memiliki tubuh ideal seperti standar yang mereka lihat di sosial media.

  Guna mencapai tujuan kegiatan, penyelenggara juga melakukan kampanye daring, sosialisasi ke sekolah-sekolah, “free consultation, dan special event”. Kampanye “online” dilakukan melalui akun lnstagram @Kindnetic2019 sejak 15 April 2019. Sosialisasi ke sekolah-sekolah (Kind Goes to School) telah dilaksanakan di tiga SMP dan SMA di Denpasar.

  Sementara free consultation, yakni sesi konsultasi gratis bersama psikolog dilaksanakan sejak 5 Mei 2019 pada acara Car Free Day di Lapangan Puputan Margarana, Denpasar. Sebagai penutup rangkaian Kindnetic 2019, penyelenggara menyiapkan “special event” dengan beragam kegiatan yang mencerminkan tema dari kampanye kali ini.

  Special event Kindnetuc 2019 akan dilaksanakan pada 2 Juni mendatang di Garden Groove, Renon, Denpasar dimulai pukul 15.00 Wita. Setelah dibuka seremonial acara dilanjutkan talkshow dan sharing session bersama BSS dan Putri Indonesia Perwakilan Bali 2018.

  Acara juga dirangkai dengan “live music, stand up comedy, dan fashion show”oleh model-model pilihan yang diharapkan dapat menyampaikan pesan kampanye. Ada pula Wall of Your Art, Kindnetic Tree dan Selfie Point dan sebagai penutup, pengunjung akan dihibur penampilan Nosstress.(anjas)