Majelis Tolak Laporan Paslon Terkait Politik Uang

     Bandarlampung, jurnalsumatra.com – Majelis hakim menolak laporan pasangan calon M Ridho Ficardo – Bachtiar Basri, terkait pemberian uang secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) yang diduga dilakukan pasangan Arinal Djunaidi – Chusnunia pada Pilkada Lampung.
Pembacaan putusan dilakukan oleh majelis hakim secara bergantian dengan diketuai Fatikhatul Khoiriyah, serta dua anggotanya Adek Asyari dan Iskardo P Panggar, di Kantor Gakkumdu, Bandarlampung, Kamis.
Sidang yang dimulai pukul 10.16 WIB ini dilakukan secara terbuka untuk umum dan mendapatkan penjagaan kepolisian.
Ketua majelis hakim Fatikhatul Khoiriyah menyatakan, laporan pelapor nomor urut satu tidak terbukti memenuhi unsur, dan pelapor tidak dapat membuktikan secara terstruktur, sistematis, dan masif.

“Tidak terbukti secara sah dan meyakinkan terlapor terbukti melakukan pemberian uang secara terstruktur, sistematis, dan masif. Maka laporan pelapor ditolak dan terlapor dinyatakan tidak terbukti  melakukan tindakan pemberian uang secara terstruktur, sistematis, dan masif,” katanya.
“Arinal Djunaidi dan Chusnunia tidak terbukti secara sah dan meyakinkan menjanjikan uang untuk mempengaruhi pemilih secara terstruktur, sistematis, dan masif,” jelasnya.
Pembacaan putusan pun dilanjutkan dengan pelapor dua Herman HN – Sutono. Kembali majelis hakim membacakan putusan secara bergantian.
Dalam fakta persidangan pelapor M Ridho Ficardo – Bachtiar Basri adanya saksi tidak diketahui identitasnya dan syarat laporan tidak terpenuhi secara formal dan materil.
Hingga kini pembacaan putusan sedang berlangsung sementara diluar massa yang tergabung dalam KRLUPB terus melakukan aksi penolakan pilgub 2018.(anjas)

Leave a Reply