Maklumat Kapolda Papua Disebar Di Wilayah Tembagapura

    Timika, jurnalsumatra.com – Maklumat Kapolda Papua Irjen Polisi Boy Rafli Amar yang memerintahkan Kelompok Kriminal Bersenjata/KKB segera meletakkan senjata api sekaligus menyerahkan diri kepada aparat penegak hukum, Senin pagi disebar di Kampung Banti, Distrik Tembagapura menggunakan helikopter.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Polisi AM Kamal di Timika, Senin, mengatakan pihaknya  bersama Kapolres Mimika AKBP Victor Dean Mackbon yang menyebarkan maklumat Kapolda Papua itu agar dibaca dan dipahami oleh KKB yang kini mengusai kampung-kampung di dekat Kota Tembagapura itu.
“Saya sendiri bersama Kapolres Mimika yang menyebarkannya dari udara menggunakan helikopter. Sesegera mungkin kalau sudah ada di tangan mereka maka tidak boleh melakukan hal-hal yang melanggar sebagaimana tercantum dalam maklumat itu,” kata Kamal.
Ia mengatakan penyebaran Maklumat Kapolda Papua itu berlangsung pada Senin pagi mulai pukul 08.45 WIT hingga pukul 10.00 WIT. Jumlah lembaran maklumat yang disebarkan di kawasan sekitar Kampung Banti itu sebanyak 1.500.
Dalam Maklumat Kapolda Papua Nomor: B/MKLMT/01/XI/2017 tanggal 12 November 2017, disebutkan bahwa berdasarkan UU Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api dan senjata tajam maka diperintahkan kepada seluruh masyarakat sipil yang menguasai, membawa, memiliki dan mempergunakan senjata api secara ilegal agar secepatnya meletakkan senjata api dan menyerahkan diri kepada aparat penegak hukum (Kepolisian RI),” perintah Kapolda.

     Kapolda juga memperingatkan kelompok tersebut agar tidak melakukan perbuatan melanggar hukum seperti pengancaman, penganiayaan, perampokan, penjarahan, pemerkosaan, pembunuhan dan perbuatan kriminal lainnya.
Sejak tiga pekan terakhir, KKB wilayah Tembagapura yang diperkirakan memiliki 35 pucuk senjata api dengan pengikut mencapai seratusan orang telah menguasai sejumlah perkampungan sekitar Tembagapura mulai dari Utikini Lama, Kimbeli, Waa-Banti, Opitawak hingga ke Aroanop.
KKB wilayah Tembagapura yang dipimpin oleh Ayuk Waker itu dituding sebagai dalang utama dari serangkaian aksi kekerasan di wilayah Tembagapura akhir-akhir ini seperti teror penembakan terhadap kendaraan dan fasilitas PT Freeport Indonesia, penembakan terhadap anggota Brimob, penembakan terhadap warga sipil, pemerkosaan dan lainnya.
Hingga kini diperkirakan sekitar 1.300 warga sipil masih terjebak di kampung-kampung itu. Mereka dilarang bepergian lantaran dijadikan tameng hidup oleh KKB untuk melakukan perlawanan kepada aparat keamanan.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × 4 =