Mamuju alami inflasi 1,73 persen

Mamuju, jurnalsumatra.com – Berdasarkan hasil Survei Harga Konsumen 90 kota di Indonesia pada bulan Mei 2020 Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat mengalami inflasi 1,73 persen.

  “Tingkat perubahan indeks tahun kalender Mei 2020 di Mamuju adalah inflasi 1,73 persen dan tingkat perubahan indeks tahun ke tahun yakni pada Mei 2020 terhadap Mei 2019 adalah inflasi 2,40 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulbar, Win Rizal dihubungi di Mamuju, Selasa malam.

  Ia mengatakan, Inflasi di Mamuju pada Mei 2020 terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran.

  Yaitu lanjutnya, kelompok pakaian dan alas kaki 0,01 persen perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,29 persen, perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,16 persen.

  Transportasi 2,63 persen, informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,12 persen; rekreasi, olahraga, dan budaya 2,96 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,16 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,06 persen.

  Berdasarkan hasil Survei Harga Konsumen 90 kota di Indonesia pada bulan Mei 2020, menunjukkan bahwa 67 kota mengalami
  inflasi dan 23 kota mengalami deflasi.

  Inflasi Tertinggi terjadi di Tanjung Pandan sebesar 1,20 persen dan terendah di Bogor, Madiun, dan Tanjung Pinang dengan inflasi masing-masing sebesar 0,01 persen.

  Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Luwuk sebesar 0,39 persen dan terendah di Manado sebesar 0,01 persen.

  Mamuju menempati urutan ke-55 dari 67 kota yang mengalami inflasi.(anjas)