Marhaen Janjikan Upah Guru Honerer Sesuai UMP

      Kupang, jurnalsumatra.com – Calon Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Emelia Julia Nomleni menjanjikan meningkatkan upah guru honorer di NTT setara sengan Upah Minimum Provinsi (UMP) jika dirinya menang dalam Pilgub 27 Juni 2018.
“Tenaga-tenaga honorer dipastikan akan memperoleh upah setara UMP jika nantinya kami terpilih dan menang dalam Pilgub Juni mendatang,” katanya kepada wartawan saat sewaktu berkampanye dialogis di Desa Kaleb, Kecamatan Pantar Timur, Kabupaten Alor, Selasa.
Saat ini lanjutnya sejumlah pegawai honorer di Alor gaji atau upah perbulannya hanya Rp300 ribu perbulan. Ia sungguh menyayangkan upah honorer yang rendah ini.
Baginya, upah Rp300 ribu sebulan tidak akan bisa menghidupi seseorang karena memang kebutuhan seseorang apalagi yang sudah berkeluarga akan sangat kekurangan dan membutuhkan pekerjaan tambahan lainnya.
“Dan ini sebenarnya sudah menjadi tugas pemerintah untuk menyejahterakan rakyatnya. Untuk itu, ini bukan hanya sekedar janji hanya untuk menyenangkan rakyat. Ini kewajiban pemerintah, dan saya memastikan bahwa upah honorer akan naik setara UMP,” ujarnya.
Nasib pekerja honorer sangat memprihatikan Herlin Sanu (30) contohnya  adalah seorang guru perempuan yang mengabdi di SD Kristen Setia Kuasaet, di Kecamatan Maulafa, Kota Kupang. Dalam sebulan, dia menerima upah sebesar Rp150 ribu.

Upah ini tentu tidak cukup untuk menghidupi dirinya dalam sebulan. Untuk itu, selain mengajar, dia berjualan apa saja untuk menambah penghasilannya.
Kasus paling memprihatinkan terjadi di Kabupaten Kupang, NTT. Di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 9 Amabi Oefeto Timur yang terletak di Desa Pathau, Kecamatan Oefeto Timur, Kabupaten Kupang, seorang guru honorer diupah sebesar Rp24 ribu.
Keadaan sekolah inipun sangat memperihatinkan. Seluruh bangunan sekolah itu masih dari bebak, yaitu dinding-dinding yang dibuat dari batang daun giwang.
Sementara itu Pasangan calon nomor urut 4 Pilgub NTT 2018 Viktor Bungtilu Laiskodat-Joseph Nae Soi (Viktor-Joseph) berkomitmen menyejahterakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di NTT.
Selain tunjangan dan gaji, ASN dipastikan menerima fasilitas finansial lain, guna meningkatkan kinerja.
“Selain gaji yang diatur pemerintah pusat, Gubernur dan Wagub akan memberi tambahan penghasilan. Jadi ASN lebih sejahtera. Kalau sejahtera, kegiatan baik, output baik, outcome bagus, dan kinerja meningkat,” katanya.
Menurutnya jika hal itu dilakukan kinerja dari sejumlah ASN juga akan meningkat dan ia akan memastikan hal tersebut jika dirinya terpilih menjadi gubernur NTT untuk periode lima tahun kedepan.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × 4 =