Demonstrasi Massa Soal RSUD Ibnu Sutowo

Baturaja, Jurnalsumatra.com – Aksi masyarakat yang tergabung dalam FORMAT OKU (Forum Mahasiswa dan Masyarakat OKU), mulai mempertanyakan rencana perbaikan RSUD Ibnu Sutowo yang belum terealisasi hingga saat ini. Aksi masyarakat ini terdiri dari KAMMI, Garda OKU dan BPLB, melakukan aksinya didepan gedung kantor Bupati OKU, Kamis,(12/9/2019).

Koordinator aksi, Jose Robert dalam orasinya mempersoalkan pembongkaran gedung yang ada di RSUD Ibnu Sutowo tanpa perencanaan yang matang, sehingga sampai dengan saat ini bangunan yang di bongkar masih belum diadakan perbaikan.

“Katanya pembongkaran gedung RSUD untuk ditingkatkan hingga lima tingkat, mana buktinya, sudah hampir dua tahun, namun belum ada kejelasannya”,ungkap Robert.

Sama halnya dengan yang diungkapkan Muslimin Jakfar, Ketua Ormas BPLB mengatakan, sangat menyayangkan tindakan pemerintah daerah yang bertindak tanpa perencanaan matang, sehingga mengakibatkan kerugian masyarakat OKU khususnya.

“Ada masyarakat di desa kami yang akan melahirkan, namun dari pihak puskesmas harus dirujuk ke RSUD Ibnus Sutowo, namun ditolak dengan alasan tidak ada ruangan, karena ruang kebidanan selama ini sudah dibongkar”,ungkap Muslimin.

Keinginan masa aksi untuk berdialog dengan Bupati, wakil Bupati dan Sekda OKU tidak dapat dipenuhi, dikarenakan para petinggi tersebut sedang tidak berada di tempat. Massa aksi menolak berdialog dengan Asisten I Pemkab OKU, Priyatno Darmadi, karena dianggap tidak akan mampu untuk menyelesaikan permasalahan.

“Pak asisten tentu tidak dapat menjelaskan permasalahan ini, nama bawahan tentunya tidak dapat menetapkan kebijakan”, kata Robert.

Massa membubarkan diri usai menyampaikan orasinya dan akan melakukan aksinya kembali untuk berdialog dengan Bupati dan Wakil Bupati OKU untuk meminta penjelasan, dan mengancam akan membawa massa yang lebih banyak lagi.

Pada waktu yang sama, Asisten I Pemkab OKU, Priyatno Darmadi saat dikonfirmasi wartawan, seberapa mengetahui  permasalahan tentang pembongkaran dan perencanaan pembangunan kembali, hanya terdiam tidak dapat menjelaskan.

“Saya tidak dapat menjelaskan permasalahan itu, saya hanya memfasilitasi massa aksi dalam menyampaikan tuntutannya, karena tidak disetujui ya sudalah”, kata Priyatno. (rad)