Masyarakat Diajak Terlibat Aktif Dalam Penyusunan RTRW Sulteng

Palu, jurnalsumatra.com – Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Pemprov Sulawesi Tengah Syaifullah Djafar mengajak masyarakat agar terlibat aktif dalam penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Revisi Perda Nomor 8 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Sulteng 2013-2033.

  Syaifullah Djafar menjelaskan bahwa peran serta masyarakat dalam memberi masukan, kritikan dan saran terhadap Raperda tersebut sangat penting, apalagi pascabencana 28 September 2018 yang meluluhlantahkan sejumlah wilayah di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala dan Parigi Moutong.

  “Keterlibatan masyarakat dalam penataan ruang diatur dalam PP (Peraturan Pemerintah) Nomor 68 Tahun 2010 tentang Bentuk dan Tata Cara Peran Masyarakat dalam Penataan Ruang,” katanya melalui Kepala Bidang Penataan Ruang Ardin T Taiyeb dalam kegiatab konsultasi publik I Raperda Revisi RTRT Sulteng 2013-2033 yang diselenggarakan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Sulteng di salah satu hotel di Palu, Senin.

  Kemudian, lanjutnya, peran serta masyarakat dalam menyempurnakan Raperda tersebut juga termaktub dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 4 Tahun 2019 tentang Tata Cara Peran Masyarakat dalam Perencanaan Tata Ruang di Daerah.

  “Di mana publik berperan serta dalam perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang,” ucapnya di depan perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemprov Sulteng dan sejumlah lembaga atau organisasi kemasyarakatan di bidang lingkungan yang hadir dalam kesempatan itu.

  Ia mengatakan khusus dalam aspek perencanaan tata ruang, peran serta masyarakat dapat dilaksanakan dalam tahap pengambilan data hingga proses penyusunan rencanana tata ruang.

  “RTRW adalah konsensus yang artinya kesepakatan dari seluruh stake holder, sehingga diharapkan dalam implementasi RTRW tidak terdapat kendala,” ujarnya.

  Oleh karenanya dalam forum tersebut dan forum-forun konsultasi publik berikutnya sebelum Raperda itu disahkan menjadi perda, ia berharap masyarakat dan instansi terkait dapat memberikan masukan untuk menyempurnakan Raperda tersebut.(anjas)