Masyarakat Pesisir Kotim Dibantu Tandon Antisipasi Kekeringan

    Sampit,jurnalsumatra.com – Masyarakat pesisir Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah mendapat bantuan tandon air untuk mengantisipasi kekeringan saat kemarau sehingga tidak sampai kesulitan mendapatkan air bersih.
“Kami berharap tandon air itu digunakan untuk penampungan air bersih dan bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari, terlebih saat kemarau nanti. Masyarakat diminta merawatnya dengan sebaik-baiknya,” kata Camat Pulau Hanaut, H Eddy Mashami di Sampit, Rabu.
Kecamatan Pulau Hanaut merupakan satu dari dua kecamatan yang belum terhubung jalan darat dengan pusat Kota Sampit. Kecamatan ini berada di kawasan seberang, dipisahkan oleh Sungai Mentaya yang lebarnya sekitar 800 meter.
Kecamatan ini juga merupakan kecamatan paling ujung di kawasan Selatan dan posisinya menghadap ke Laut Jawa. Untuk mencapai kecamatan ini, dibutuhkan waktu sekitar satu jam perjalanan darat dari pusat Kota Sampit, kemudian menyeberang sungai karena lokasinya di kawasan seberang.
Saat kemarau, masyarakat di Kecamatan Pulau Hanaut sering dilanda kesulitan air bersih. Penyebabnya adalah karena sumur menjadi dangkal, sementara air sungai berasa asin akibat intrusi air laut.

Sebelum tiba musim kemarau, masyarakat disarankan menyimpan cadangan air bersih menggunakan tandon tersebut, khususnya untuk keperluan konsumsi. Sehingga ketika kekeringan terjadi, masyarakat tidak kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih untuk konsumsi karena masih ada cadangan air yang disimpan dalam tandon.
Akhir pekan lalu, Eddy memimpin penyerahan bantuan sebanyak 90 buah tandon air berkapasitas 1200 liter kepada masyarakat Desa Penyaguan. Bantuan ini merupakan tahap pertama, sedangkan tahap kedua nanti akan kembali disalurkan sebanyak 62 buah tandon air.
Rincian bantuan tandon air tahap pertama diserahkan kepada RT 01 RW 01 sebanyak 28 penerima, RT 02 RW 01 sebanyak 14 penerima, RT 03 RW 01 sebanyak 13 penerima, RT 04 RW 02 sebanyak 8 penerima, RT 05 RW 02 sebanyak 9 penerima dan RT 06 RW 02 sebanyak 18 penerima.
“Bantuan ini bersumber dari anggaran dana desa tahun anggaran 2018. Masyarakat penerima bantuan diminta tidak memperjualbelikan, dialihtangankan dan lainnya. Tandon air itu harus dirawat,” kata Eddy didampingi Kepala Desa Penyaguan, Abdul Nasir.
Eddy juga mengimbau masyarakat mewaspadai kebakaran hutan dan lahan, apalagi saat ini sudah tujuh hari hujan tidak mengguyur kecamatan tersebut. Kewaspadaan harus ditingkatkan karena selama ini Kecamatan Pulau Hanaut termasuk wilayah yang rawan kebakaran hutan dan lahan.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

17 − twelve =