Mawardi Yahya Diinterupsi DPRD Sumsel

Palembang, jurnalsumatra.com – Rapat paripurna DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dengan agenda  Jawaban Gubernur Sumsel terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Sumsel atas penjelasan Gubernur Sumsel  terhadap Raperda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Sumsel tahun anggaran 2018, Senin (1/7/2019) memanas.

Lantaran sejumlah anggota DPRD Sumsel menghujani Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya dengan sejumlah intrupsi secara bertubi-tubi.       

Intrupsi tersebut menjelang saat akan ditutupnya rapat paripurna DPRD Sumsel yang di pimpin Wakil Ketua DPRD Sumsel M Yansuri.

Intrupsi pertama datang dari Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Sumsel MF Ridho yang mempertanyakan pelaksanaan sekolah gratis di bawah kepemimpinan Gubernur Sumsel H Herman Deru dan Wagub Sumsel Mawardi Yahya.

Menjawab intrupsi dari Anggota Fraksi Gerindra DPRD Sumsel Solehan Ismail, Mawardi mengaku mulai 2017 sekolah gratis tidak dibayar oleh provinsi.

“ 2017, 2018 tidak di bayar pak, setelah akhir 2018 baru kami selesaikan itu, pak mohon maaf pak,  mulai 2018 akhir kita selesaikan semua, seluruh hutang-hutang kesekolah-sekolah  baik swasta, negeri di Sumselitu, oleh sebab itu sekarang kami  sedang merumuskan, insya allah, mohon mungkin waktu  kami rumuskan , nanti kita serahkan  benar-benar kita mengawasi itu ,” katanya.

Tentang penerimaan siswa menurutnya kedepan tidak ada alasan lagi dengan menggunakan sistim zona dan tidak ada alasan lagi penerimaan kedepan tidak diterima.

“ Itulah hasil rapat dengan kementrian untuk mengantisipasi jangan ada pungutan-pungutan ini, ini solusinya, nanti akan dijelaskan dinas tehnis dikomisi-komisi,” katanya.(eka)