Medan Zoo Dijadikan Kawasan Konservasi Hutan Kota

     Medan, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kota Medan menetapkan sebagian lahan di Kebun Binatang Medan  (Medan Zoo) yang berada di Simalingkar B sebagai kawasan konservasi hutan kota agar tetap terjaga ekosistem di daerah tersebut.
Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution di Medan, Rabu, mengatakan Pemkot Medan memiliki kebun binatang seluas kurang lebih 30 hektare di kawasan Simalingkar B, dan setengah dari lahan tersebut ditetapkan sebagai kawasan konservasi hutan kota.
Pengelolaan kawasan konservasi hutan tersebut dilakukan bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) yang tujuannya selain untuk menjaga ekositem alam juga sebagai wahana mengedukasi masyarakat akan pentingnya kelestarian alam.
“Menjaga kelestarian alam bukan hanya tugas pemerintah, namun sudah menjadi tugas kita semua. Artinya kami akan sangat mendukung upaya dari semua pihak yang berupaya menjaga kelestarian alam,” katanya saat menutup Expo Aksis (Aksi Konservasi Hutan Tropis Sumatera) di Lapangan Merdek Medan.

     Dalam kesempatan itu ia juga menyampaikan dewasa ini kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan kawasan hutan sebagai objek wisata semakin meningkat, seiring dengan itu upaya untuk menjaga kelestarian alam hutan juga semakin tinggi.
“Masyarakat sekarang sudah tahu bagaimana memanfaatkan hutan untuk peningkatan perekonomian, tapi tetap tidak merusak hutan. Misalnya saja hutan mangrove, banyak kelompok masyarakat yang mengelola hasil hutan mangrove bernilai ekonomis,” katanya.
Pembina Yayasan Kehati Erna Witular mengatakan konservasi hutan tidak hanya semata menanam pohon, namun lebih dari itu bisa mencari peluang bisnis sehingga hasil yang diperoleh dapat lebih memaksimalkan upaya pelestarian lingkungan.
“Misalnya budi daya mangrove yang hasilnya dapat dijadikan sebagai sumber perekonomian bagi masyarakat pesisir,” katanya.(anjas)

Leave a Reply