Menaker: Ekonomi Digital Butuh Transformasi Ketenagakerjaan

    Jakarta, jurnalsumatra.com – Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mengatakan era ekonomi digital saat ini akan membutuhkan transformasi di bidang industri dan ketenagakerjaan.
“Era ekonomi digital akan mempengaruhi banyak hal di bidang ketenagakerjaan. Industri akan dipaksa bertransformasi menjadi industri model baru yang berbasis teknologi. Jika tidak dikelola dengan baik, ini bisa mengalami guncangan industrial,” ujar Menaker ketika membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Ketenagakerjaan di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa.
Jika tidak siap menghadapi perubahan ke ekonomi digital, Hanif mengatakan perusahaan bisa menjadi syok dan bangkrut.
Selain itu, di bidang tenaga kerja juga dalam mengalami syok jika tidak bisa mengikuti perubahan teknologi tersebut.

    “Transformasi industri penting agar bisa dikelola dengan baik. Itu juga akan mengubah karakter tenaga kerja di masa depan,” ujarnya.
Ia menyebut perubahan tersebut juga akan membunuh sebagian jenis pekerjaan di masa kini namun akan menumbuhkan pekerjaan-pekerjaan baru di masa depan.
Pekerjaan-pekerjaan baru itu disebutnya akan membutuhkan penguasaan keterampilan baru sehingga pemerintah akan menggenjot akses kepada pelatihan vokasional bagi para pekerja.
Ia juga berharap agar pihak swasta dapat berinvestasi kepada peningkatan keterampilan tenaga kerja baik melalui penyelenggaraan pelatihan maupun melalui program pemagangan.
“Saya kira bagus, industri harus memimpin dalam investasi sumber daya manusia. Di negara maju investasi SDM dari industri ini mencapai 70 persen, baru sisanya 30 persen dilakukan pemerintah. Di Indonesia belum, masih dilakukan secara bertahap,” ujarnya.(anjas)

Leave a Reply