Mendikbud: Penguatan Pendidikan Karakter Perlu Libatkan TNI

     Jakarta, jurnalsumatra.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan penerapan layanan pendidikan dan penguatan pendidikan karakter perlu melibatkan berbagai pihak, salah satunya TNI.
“Terutama soal pendidikan karakter, cinta tanah air dan bela negara. Perlu dukungan dari TNI karena di setiap desa ada bintara pembina desa,” kata Muhadjir seusai membuka Rapat Koordinasi Teknis TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-101 di Jakarta, Selasa.
Tidak hanya penguatan pendidikan karakter, Muhadjir berharap kerja sama dengan TNI dalam program TMMD bisa menjangkau lebih luas, terutama di daerah-daerah terdepan, terluar dan tertinggal karena tidak semua pihak dapat menjangkau wilayah tersebut.
Memandang arti penting pendidikan sebagai sebuah kebutuhan dan keberadaan TNI yang bisa menjangkau seluruh daerah di Indonesia, Muhadjir yakin permasalahan dalam layanan pendidikan akan semakin mudah diatasi.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mendorong sekolah untuk mengoptimalkan peran Tripusat Pendidikan, yaitu kolaborasi antara sekolah, keluarga dan masyarakat dalam meluaskan akses dan meningkatkan kualitas pendidikan.

Program TMMD ke-101 menggandeng Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk memperkuat pendidikan karakter dan kemandirian bangsa.
Untuk mengoordinasi pelaksanaan TMMD ke-101 tersebut, TNI bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengadakan Rapat Koordinasi Teknis yang dibuka Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono, selaku Penanggung Jawab Operasional, bersama Menteri Muhadjir Effendy di Jakarta, Selasa.
Kerja sama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan TNI sudah berjalan sejak 2011 yang diperkuat dengan penandatanganan Nota Kesepahaman Nomor 36/XXI/NK/2017 dan KERMA/45/XII/2017.
Nota Kesepahaman itu berisi sembilan butir, yaitu program layanan pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat, program layanan pendidikan dasar dan menengah, program layanan kebahasaan, dan program layanan pembinaan guru dan tenaga kependidikan.
Kemudian, program layanan penelitian dan pengembangan, program layanan kebudayaan, program penguatan pendidikan karakter, program penguatan bela negara, dan program peningkatan kompetensi keguruan personel TNI di daerah terdepan, terluar dan tertinggal.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × four =