Mendikbud: Sepak Bola Bagian Pendidikan Karakter Siswa

    Jakarta, jurnalsumatra.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan sepak bola merupakan bagian dari Program Pendidikan Karakter (PPK) siswa SMP di Tanah Air.
“Melalui sepak bola, anak-anak belajar sportivitas dan kejujuran. Makanya melalui Gala Siswa Indonesia (GSI), tidak hanya mencari bibit unggul pemain sepak bola tetapi juga penanaman pendidikan karakter,” ujar Muhadjir di Jakarta, Kamis.
Muhadjir menambahkan GSI merupakan wujud dari Nawacita Jokowi-JK dalam menerapkan PPK melalui sepak bola yang dilangsungkan berjenjang melalui tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, nasional, dan internasional.
GSI diikuti 10.761 siswa dengan jumlah siswa per tim sebanyak 18 orang. Pertandingan GSI telah berlangsung di tingkat kabupaten/kota dan provinsi hingga tanggal 14 Mei dan akan mulai digelar kembali di beberapa daerah pada 30 Juni.
Jumlah pertandingan GSI tingkat kabupaten sebanyak 4.151 pertandingan dengan rincian tingkat kecamatan sebanyak 3.718 pertandingan dan tingkat kabupaten/kota sebanyak 433 pertandingan.

     Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) juga melakukan kerja sama dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dalam pelaksanaan GSI.
Kerja sama tersebut dimulai sejak 2017, dengan penyelenggaraa program kepelatihan sepak bola lisensi bagi 90 guru olahraga yang berusia dibawah 45 tahun.
Selain itu, Kemdikbud juga beerja sama dengan pemerintah Jerman melalui Deutsche Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit (ZIS) dalam kegiatan sepak bola untuk pembinaan karakter di Indonesia, yang merupakan program pelatihan guru olahraga. Kerja sama itu bertujuan meningkatkan kapasitas dan kompetensi siswa melalui sepakbola untuk mendukung pendiidkan karakter.
Sementara itu, Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono menyambut baik gelaran GSI tersebut.
“Semangat siswa dalam GSI ini luar biasa. Responnya bagus,” kata Joko.
Joko menyambut baik program GSI tersebut dan berkeyakinan jika pembinaan pemain sepak bola akan lebih terstruktur dan tersistem dalam pembinaannya jika dimulai dari sekolah.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

17 − 6 =